Tesla Pilih Energi Terbarukan

tesla_pilih_energi_terbarukan.jpeg

Deskripsi Infografis

  •   Diposting oleh : Khaudy Aulia
  •   Tanggal : 31 Agu 2021

Tesla Pilih Energi Terbarukan

Meski Indonesia dan Australia memiliki selisih cadangan 2,2%. Tesla akhirnya memilih BHP Australia karena menjaga citra Tesla Sebagai perusahaan yang ramah lingkungan dan energi terbarukan.

Potensi Biji Nikel Indonesia

11.887 Juta Ton

4.346 Juta Ton (Cadangan)

930 Juta Ton total cadangan bijih nikel kadar tinggi (saprolite)

3,6 Miliar Ton cadangan biji nikel kadar rendah (limonite)

30 Smelter Nikel (Beroperasi 2024)

6 Smelter HPAL

  1. Halmahera Persada Legend
  2. Andhikara Cipta Mulia
  3. Smelter Nikel Indonesia
  4. Vale Indonesia
  5. Huayue
  6. QMB

Total Investasi Rp 75,7 Triliun

1 Kilogram Baterai Tesla membutuhkan

25-50 ton (Lithium, tembaga, nikel kobalt, mineral tanah jarang. Alumunium dan baja)

32% Kebutuhan Nikel Baterai Mobil Listrik 2019-2030

Cadangan Biji Nikel Dunia 2019

Australia              = 21,5%

Indonesia            = 23,7%

Brazil                     = 12,4%

Rusia                     = 8,8%

Kolombia             = 0,5%

Madagaskar       = 1,8%

Guatemala          = 1,8%

Kanada                 = 2%

Tiongkok              = 3%

Afrika Selatan    = 3,2%

Filipina                  = 4,2%

Kuba                      = 5,4%

Negara Lain         = 7,3%

Alasan Pilih BHP Australia

  • BHP didukung rencana proyek tenaga surya Northern Goldfields Gunung Keith dan Leinster akan menggantikan sumber energi fosil.
  • Ini akan mengurangi sekitar 540 ribu ton CO2e selama 10 tahun pertama. Setara dengan 23.000 mobil berbahan fosil.

Tesla akan memberi anda kontrak raksasa untuk jangka waktu yang lama, jika anda menambang nikel secara efisien dan dengan cara yang ramah lingkungan – Elon Musk

Komentar

INFOGRAFIS LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00