FOKUS: #KUDETA MILITER MYANMAR

180.000 Bukti Pelanggaran HAM Junta Myanmar

(TRT World)

KBRN, Yangon: Sebuah kelompok yang mewakili pemerintah sipil yang digulingkan Myanmar telah mengumpulkan 180.000 bukti yang menunjukkan dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh junta termasuk penyiksaan dan pembunuhan di luar hukum.

Seorang pengacara dari Komite untuk Mewakili Pyidaungsu Hluttaw (CRPH) –– sekelompok anggota parlemen dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi –– bertemu dengan penyelidik PBB pada hari Rabu (7/4/2021) untuk membahas dugaan kekejaman oleh junta.

"CRPH telah menerima 180.000 item bukti. Bukti ini menunjukkan pelanggaran HAM skala luas oleh militer," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari TRT World, Kamis (8/4/2021).

Mereka termasuk lebih dari 540 eksekusi di luar hukum, 10 kematian tahanan dalam tahanan, penyiksaan, penahanan ilegal, dan penggunaan kekuatan yang tidak proporsional terhadap protes damai, kata pernyataan itu.

Negara Myanmar kini berada dalam kekacauan sejak tentara menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari, dengan hampir 600 orang tewas dalam tindakan keras terhadap protes anti-kudeta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00