FOKUS: #KUDETA MILITER MYANMAR

Penduduk Mengungsi dari Pertempuran Berat KIA-Militer Myanmar

(Irrawaddy)

KBRN, Momauk: Lebih dari 1.500 penduduk desa di Kotapraja Momauk di Negara Bagian Kachin keluar dari rumah mereka akibat pertempuran sengit antara Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) dan militer Myanmar pada pekan sebelumnya.

Para pengungsi berasal dari desa Si Hut, Kone Law, Myo Haung, Myo Thit, Shwe Myaung, Namt Lan, Mone Khat, Naung Kon dan Nant Ngoe di Kotapraja Momauk.

Seorang aparat dari salah satu desa mengatakan, “Semua orang melarikan diri. Tidak ada yang berani tinggal di desa ketika artileri berat banyak ditembakkan."

“Ketegangan militer telah meningkat. Penduduk desa memutuskan untuk mengungsi karena pertempuran bisa terjadi kapan saja, termasuk kemungkinan dibom oleh jet tempur, ”katanya, seperti dikutip dari Irrawaddy, Selasa (20/4/2021).

Pendeta Seng Awng dari Konvensi Baptis Kachin di Kotapraja Momauk mengatakan gerejanya telah melindungi setidaknya 150 rumah tangga atau sekitar 600 orang.

“Mereka datang kepada kami karena mereka adalah Baptis. Yang lainnya mengungsi di biara,” katanya.

Ketegangan militer meningkat di Momauk sejak KIA menyerang dua pos polisi dan pangkalan militer di Jembatan Tarpein pada 11 April.

Empat penduduk desa tewas oleh artileri militer.

Pertempuran juga dilaporkan terjadi di dekat pangkalan strategis Alaw Bum. Pada akhir Maret, KIA merebut posisi kunci di dekat perbatasan Cina, mendorong militer untuk melancarkan beberapa serangan udara untuk merebut kembali pangkalan tersebut.

Tentara pemberontak yang kuat masih menduduki pangkalan itu dan diperkirakan 100 tentara junta, termasuk seorang komandan batalion, telah tewas dalam pertempuran sengit.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00