FOKUS: #VAKSIN COVID-19

India Kehabisan Vaksin Covid-19

(Reuters)

KBRN, New Delhi: Beberapa negara bagian di India kehabisan vaksin untuk melawan COVID-19, memperburuk gelombang kedua infeksi yang telah membuat rumah sakit dan kamar mayat membludak sementara keluarga-keluarga berebut mendapatkan obat-obatan dan oksigen yang semakin langka.

"Kembalilah. Bagaimana kami akan hidup tanpamu?" ratap Aanchal Sharma dan ibu mertuanya di atas tubuh tak bernyawa suaminya, saat menunggu giliran mereka di krematorium di pinggiran New Delhi seperti banyak orang lainnya.

Di tempat parkir, lebih dari 10 ambulans berisi mayat berbaris sementara pekerja membersihkan abu dari tumpukan kayu bakar yang tumpah dari area kremasi utama.

Di urutan kedua setelah Amerika Serikat dalam total infeksi, India telah melaporkan lebih dari 300.000 kasus baru setiap hari selama sembilan hari berturut-turut, mencapai rekor global baru sebesar 386.452 pada hari Jumat (30/4/2021).

Total kematian telah melampaui 200.000 dan kasus mendekati 19 juta - hampir 8 juta sejak Februari saja karena galur baru yang ganas telah dikombinasikan dengan peristiwa "penyebaran super" seperti demonstrasi politik dan festival keagamaan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/5/2021).

Pakar medis mengatakan angka riil mungkin lima hingga 10 kali lebih tinggi dari penghitungan resmi. Pasien-pasien mengemis untuk mendapatkan tempat di rumah sakit sementara tangki oksigen menjadi langka dan berharga.

Meskipun menjadi produsen vaksin terbesar di dunia, India sekarang tidak memiliki cukup vaksin untuk dirinya sendiri - merusak rencana meningkatkan dan memperluas inokulasi mulai Sabtu.

Hanya sekitar 9% dari 1,4 miliar penduduknya yang telah mendapatkan dosis.

"Saya mendaftar untuk mendapatkan slot 28 hari sebelumnya, tetapi sekarang mereka mengatakan tidak ada vaksin," keluh Jasmin Oza di Twitter.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00