Jamur Hitam Mematikan Hantui Pasien Covid-19 India

Foto: Ilustrasi Pasien Covid-19 di India (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Pasien COVID-19 di India mendapat masalah yang lebih besar lagi saat ini yakni serangan infeksi jamur hitam mematikan. 

Dokter di India mencatat lonjakan besar dalam kasus infeksi jamur yang agresif dan sulit diobati.

Sementara kasus mukormikosis telah terlihat di negara itu sebelumnya, peningkatan infeksi saat ini terjadi di antara orang yang terinfeksi COVID-19 dan mereka yang telah pulih dari penyakit tersebut.

Jumlah tersebut jauh di atas kasus sebelum COVID-19 masuk ke India.

“Ini situasi yang berbahaya,” kata Dr Milind Navalakhe, ahli bedah telinga, hidung dan tenggorokan (THT) di Rumah Sakit Global di Mumbai yang melakukan operasi pengangkatan langit-langit di Deshmukh, dikutip Al Jazeera, Minggu (16/5/2021),

Dalam praktiknya selama hampir 25 tahun, Navalakhe akan mendapatkan sekitar satu kasus mukormikosis dalam seminggu sebelum pandemi.

“Sekarang saya melihat sebanyak 25 kasus mukormikosis dalam seminggu, semua pasien COVID-19 baik saat ini dalam pengobatan maupun sudah sembuh,” ujarnya.

Negara bagian barat Maharashtra telah mencatat sekitar 2.000 kasus dan delapan kematian akibat mukormikosis sejauh ini.

Menteri kesehatan negara bagian Rajesh Tope telah mengumumkan pendirian bangsal khusus di rumah sakit untuk mengobati penyakit jamur.

Mucormycosis, juga dikenal sebagai jamur hitam atau zygomycosis, disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut mucormycetes.

Jamur ini hidup di lingkungan, terutama di tanah dan bahan organik yang membusuk, seperti daun, tumpukan kompos, atau kayu busuk, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Saat seseorang menghirup spora jamur ini, mereka kemungkinan besar terkena infeksi yang biasanya menyerang sinus atau paru-paru.

Pakar medis mengatakan mukormikosis adalah "infeksi oportunistik", ia menempel pada orang yang sedang berjuang melawan penyakit atau sedang menjalani pengobatan yang menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.

Mayoritas infeksi mukormikosis telah terlihat pada pasien COVID-19 dengan diabetes atau orang dengan gula darah tinggi yang mendasari dan tidak terdeteksi.

Kualitas udara India yang buruk dan debu yang berlebihan di kota-kota seperti Mumbai, membuat jamur lebih mudah berkembang biak.

“Ada juga penyalahgunaan steroid dan antibiotik yang merajalela dan berlebihan di India yang selanjutnya memungkinkan infeksi semacam itu menyebar,” kata Navalakhe.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00