AS Menyesalkan Proses Pemilihan dalam Kemenangan Raisi

(The New Arab)

KBRN, Washington: Amerika Serikat mengatakan pada hari Sabtu (19/6/2021) bahwa pihaknya menyesalkan rakyat Iran tidak dapat berpartisipasi dalam "proses pemilihan yang bebas dan adil" dalam pemilihan presiden negara itu.

Dalam reaksi pertama dari Washington terhadap kemenangan pemilihan ulama ultrakonservatif Ebrahim Raisi, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan "warga Iran ditolak hak mereka untuk memilih pemimpin mereka sendiri dalam proses pemilihan yang bebas dan adil."

Amerika Serikat tetap akan melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan Iran mengenai AS bergabung kembali dengan perjanjian nuklir 2015 yang ditinggalkan Donald Trump, ungkap juru bicara itu juga, seperti dikutip dari The New Arab, Minggu (20/6/2021).

Dalam pemilihan Iran, banyak politisi kelas berat dilarang mencalonkan diri. Raisi dipandang dekat dengan pemimpin tertinggi berusia 81 tahun Ayatollah Ali Khamenei, yang memegang kekuasaan politik tertinggi di Iran.

Banyak pemilih memilih untuk menjauh setelah sekitar 600 calon, termasuk 40 perempuan, telah diseleksi menjadi tujuh kandidat, semuanya laki-laki, tidak termasuk mantan presiden dan mantan ketua parlemen.

Tiga dari kandidat yang diperiksa dikeluarkan dua hari sebelum pemungutan suara hari Jumat.

Mengenai kesepakatan nuklir Iran, juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan pembicaraan tidak langsung di Wina antara AS dan Iran telah membuat "kemajuan yang berarti" dan bahwa Washington ingin melanjutkannya.

"Kami akan melanjutkan diskusi bersama dengan sekutu dan mitra kami tentang pengembalian bersama untuk mematuhi Rencana Aksi Komprehensif Gabungan," kata juru bicara itu.

Diskusi di Wina, yang ditengahi oleh para diplomat Eropa, telah terkunci dalam perselisihan tentang pencabutan sanksi yang dikenakan pada Iran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00