Debat Umum, AS Paparkan Upaya Lawan Pandemi

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, menghadiri langsung Debat Umum, di Markas Besar PBB, di New York, Amerika Serikat. Upaya penanganan pandemi COVID-19, menjadi salah satu fokus Biden dalam pidatonya. Biden mengatakan, diperlukan adanya kemauan politik dan ilmu pengetahun dalam penanganan pandemi COVID-19, serta memastikan pemberian vaksin kepada penduduk dunia (Dok. SS/Retno Mandasari)

KBRN, Jakarta: Sesi Debat Umum pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke – 76 telah dimulai, Selasa (21/09/2021).

Tidak seperti pelaksanaan tahun lalu dimana para kepala negara dari seluruh dunia menyampaikan pidato secara daring, kali ini dilakukan secara campuran.

Joe Biden merupakan salah satu kepala negara yang menghadiri langsung Debat Umum, di Markas Besar PBB, di New York, Amerika Serikat.

Upaya penanganan pandemi COVID-19, menjadi salah satu fokus Joe Biden dalam pidato berdurasi lebih dari 30 menit itu.

Biden mengatakan, diperlukan adanya kemauan politik dan ilmu pengetahun dalam penanganan pandemi COVID-19, serta memastikan pemberian vaksin kepada penduduk dunia.

Debat Umum pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke – 76 (SS/Retno Mandasari)

“Kita perlu bertindak sekarang untuk mendapatkan suntikan (vaksin-red) secepat mungkin dan memperluas akses ke oksigen, tes, perawatan untuk menyelamatkan nyawa di seluruh dunia,” ucap Biden dalam pidato yang disampaikan setelah Presiden Brasil Bolsonaro, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (21/9/2021).

Biden memaparkan, Amerika Serikat telah mengeluarkan anggaran hingga USD 15 miliar, untuk penanganan COVID-19 termasuk memberikan bantuan vaksin kepada 100 negara melalui mekanisme sebagai negara pendonor di “COVAX Facility”.

“Amerika Serikat telah menempatkan lebih dari USD 15 miliar untuk merespon COVID-19 untuk perlindungan global. Kami telah mengirimkan lebih dari 150 juta juta dosis vaksin COVID-19 ke negara lain. Ini termasuk 130 juta dosis pasokan sendiri. Dan tahap pertama dari setengah miliar dosis vaksin, kami beli untuk disumbangkan melalui COVAX,” tambahnya.

Biden menegaskan, dunia perlu melakukan tiga hal kunci sebagai upaya melawan pandemi COVID-19.

“Menyelamatkan nyawa sekarang, memvaksinasi dunia serta membangun kembali dengan lebih baik,” ungkapnya.

Di bagian lain dikenal sebagai negara “Adidaya”, Biden memastikan pengunaan kekuatan militer Amerika Serikat bukan merupakan prioritas dalam menanggapi berbagai permasalahan dunia.

“Usaha yang dapat dicapai dengan persetujuan dari rakyat Amerika dan bila memungkinkan dalam kemitraan dengan sekutu kita. Bom dan peluru tidak dapat bertahan melawan COVID-19 atau varian masa depannya,” terang Biden.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut, memasuki tahun kedua pandemi COVID-19, sayangnya dunia masih dihadapkan dengan adanya kesenjangan antara negara-negara kaya dan miskin dalam upaya penanganan pandemi.

Sekjen PBB Antonio Guterres (SS/Retno Mandasari)

“Kita tidak punya waktu untuk kehilangan, pemulihan yang miring memperdalam ketidaksetaraan. Negara-negara kaya bisa mencapai tingkat pertumbuhan pra-pandemi pada akhir tahun. Sementara, dampaknya bisa berlangsung selama bertahun-tahun di negara-negara berpenghasilan rendah. Apakah ada keajaiban?,” ujar Guterres.

Lebih lanjut Guterres menambahkan, kesenjangan juga tampak jelas dari persentase anggaran yang dialokasikan bagi pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Ekonomi maju menginvestasikan hampir 28 persen dari produk domestik bruto mereka ke dalam pemulihan ekonomi. Untuk negara-negara berpenghasilan menengah angka itu turun 26,5 persen. Dan itu merosot 21,8 persen untuk negara-negara kurang berkembang, persentase kecil dari jumlah yang jauh lebih kecil,” paparnya.

Presiden SMU PBB ke – 76 Abdulla Shahid menyinggung mengenai reformasi di dalam tubuh PBB, yang disebutnya bukan mengenai keseimbangan kekuasaan melainkan tentang agen PBB itu sendiri.

“Setiap organ PBB harus berada pada puncaknya, harus dapat menyampaikan sebagaimana dimaksud. Salah satu hal pertama yang akan saya lakukan dalam hal ini adalah mendengarkan konstituen kami, dengan terlibat lebih baik dengan organisasi masyarakat sipil dan dengan membawa lebih banyak pemuda di dalamnya seperti melalui program pemuda,” tegas Menteri Luar Negeri Maladewa ini.

Debat Umum PBB ke – 76 berlangsung pada 21 – 27 September dengan format campuran.

Presiden Joko Widodo diagendakan akan menyampaikan pidato di SMU PBB ke – 76 melalui rekaman video.

Dimana nantinya sebelum video pidato Presiden Joko Widodo diputar, Menlu Retno Marsudi yang hadir langsung di Markas PBB akan memperkenalkan kepala negara kepada para peserta pertemuan. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00