Biden “Pasang Badan” untuk Taiwan

KBRN, Jakarta: Eskalasi hubungan politik Tiongkok dan Taiwan meningkat, dipicu pengiriman 150 pesawat militer oleh Beijing ke Selat Taiwan pada awal Oktober ini.

Pengiriman ratusan pesawat militer itu turut mendapatkan tanggapan dari Gedung Putih.

Presiden Joe Biden menyebut khawatir apabila ketegangan antara kedua negara, bisa menempatkan mereka ke dalam permasalahan serius.

“Apa yang harus Anda khawatirkan adalah apakah mereka akan terlibat dalam kegiatan, yang akan menempatkan mereka pada posisi di mana mereka dapat membuat kesalahan serius,” ujar Biden dalam wawancara khusus di CNN baru-baru ini dikutip RRI.co.id, Jumat (22/10/2021).

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan membela Taiwan jika Tiongkok menyerang, Biden memastikan hal itu akan dilakukan.

“Ya, kita punya komitmen,” tegasnya.

Biden menambahkan, dalam pembicaraannya bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping terkait pengiriman ratusan pesawat militer ke Taiwan, Biden mendesak agar Tiongkok untuk patuh kepada “Perjanjian Taiwan”.

“Saya sudah berbicara dengan Xi tentang Taiwan. Kami setuju, kami akan mematuhi perjanjian Taiwan. Kami menjelaskan bahwa saya tidak berpikir dia harus melakukan apa pun selain mematuhi perjanjian,” imbuh Biden.

Dukungan Biden kepada Taiwan telah disampaikan pada Januari awal tahun ini.

Hal itupun kembali dibahas oleh Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki, yang menegaskan Amerika Serikat akan terus membantu Taiwan dalam menjaga kemampuan pertahanan diri yang memadai.

“Amerika mendesak Beijing untuk menarik diplomatik militer dan tekanan ekonomi serta paksaan terhadap Taiwan. Amerika memiliki kepentingan abadi dalam perdamaian dan stabilitas di seluruh selat Taiwan,” ungkap Psaki.

Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen dalam perayaan Hari Nasional Taiwan 10 Oktober lalu mengatakan, negaranya tetap pada pendirian untuk membela diri dan menyebut Tiongkok tidak menawarkan cara hidup yang bebas dan demokratis bagi rakyat Taiwan.

“Kita tidak akan bertindak gegabah, tetapi sama sekali tidak boleh ada ilusi bahwa rakyat Taiwan akan tunduk pada tekanan,” ucap Tsai Ing-Wen.

Di tengah tanggapan Taiwan yang geram dengan pengiriman 150 pesawat militer Tiongkok, Presiden Xi Jinping justru menyatakan, ingin adanya reunifikasi nasional termasuk bersama Taiwan.

“Mewujudkan reunifikasi nasional dengan cara damai, melayani kepentingan bangsa secara keseluruhan termasuk kepada saudara-saudara kita di Taiwan,” ujar Xi.

Sejak awal Oktober, Beijing telah mengirimkan sejumlah rekor pesawat militer ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, di tengah-tengah perayaan hari berdirinya Tiongkok.

Tindakan itu telah ditafsirkan oleh Taiwan sebagai provokasi dan upaya intimidasi.

Dilansir Al Jazeera dikenal secara resmi sebagai Republik Tiongkok (ROC), Taiwan adalah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri yang terletak sekitar 161 kilometer di lepas pantai daratan Tiongkok.

Taiwan adalah negara demokrasi dengan pemerintah dan militer yang terpisah.

Namun terlepas dari kemerdekaan de facto, sebagian besar negara tidak menganggap Taiwan sebagai negara terpisah karena klaim Tiongkok atas wilayah tersebut. (Foto : Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00