FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Bencana Tonga: KBRI Wellington Intensifkan Penelusuran WNI

Para pekerja membersihkan tumpahan minyak yang disebabkan oleh ombak tidak biasa, dipicu oleh erupsi besar gunung api bawah laut Tonga di belahan dunia lain, di pantai Peru di Ventanilla, Peru, Selasa (18/1/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Pilar Olivares

KBRN, Wellington: Kedutaan Besar Tonga di Tokyo, melalui akun twitter (@TongaEmbTokyo), telah merilis siaran pers kantor Perdana Menteri Tonga mengenai update resmi pertama pasca letusan gunung berapi bawah laut Hunga-Tonga-Hunga Ha’apao pada Sabtu (15/01/2022).

Pemerintah Tonga mengonfirmasi hingga saat ini terdapat tiga orang korban jiwa.

Yaitu, satu orang Warga Negara Inggris berusia 65 tahun yang tinggal di Pulau Mango dan dua orang Warga Negara Tonga salah satunya pria usia 49 tahun yang tinggal di Pulau Nomuka.

Terdapat juga sejumlah korban mengalami luka yang belum diketahui status kewarganegaraannya.

Memasuki hari keempat pasca letusan, Kedutaan Besar RI (KBRI) Wellington terus berupaya menghubungi lima orang Warga Negara Indonesia (WNI), yang diketahui berada di Tonga saat kejadian.

“KBRI Wellington juga secara intensif berkomunikasi dengan Pemerintah Selandia Baru, Konsul Tonga yang ada di Auckland dan Komisi Tinggi Tonga di Canberra, Australia untuk mengupayakan informasi mengenai kondisi para WNI di Tonga,” demikian bunyi keterangan KBRI Wellington yang dikutip RRI.co.id, Rabu (19/01/2022).

BACA JUGA: Tsunami Tonga, Kondisi Lima WNI Belum DIketahui

Warga yang mengetahui keberadaan WNI di Tonga diimbau untuk menghubungi melalui hotline service maupun email kedutaan.

“Bila terdapat anggota masyarakat yang memiliki informasi langsung mengenai keberadaan WNI di Tonga, dapat menghubungi HOTLINE KBRI Wellington pada nomor +6421713167. Informasi lain dapat pula disampaikan melalui email KBRI Wellington yakni konsuler.wellington@kemlu.go.id," tambah pernyataan itu.

Letusan gunung mengakibatkan gugusan pulau di Tonga tertutup abu vulkanik dan gelombang tsunami setinggi 15 meter yang menghantam pesisir barat Pulau Tongatapu, ‘Eua, dan Ha’apai.

Asesmen kerusakan awal tengah dilakukan oleh National Emergency Management Committee (NEMC) Pemerintah Tonga.

Sumber air bersih sangat terdampak abu vulkanik.

Tim gabungan Pemerintah Tonga memulai asesmen kerusakan awal sejak Minggu (16/01/2022) termasuk di desa pesisir Tongatapu.

Transportasi melalui air dan udara juga terganggu, dimana penerbangan internasional dan domestik dialihkan mengingat kondisi bandara yang tertutup abu.

Proses evakuasi telah dilakukan di sejumlah gugusan pulau dari Pulau Atata hingga Tongatapu, Pulau Mango dan Fonoifua hingga Nomuka.

Di Kanokupolu, 21 rumah dikabarkan rusak total dan 35 lainnya rusak parah.

Di Kolomotu’a delapan rumah rusak total dan 20 lainnya rusak parah serta 45 rumah dikabarkan rusak parah di Pulau ‘Eua.

Jalur komunikasi juga dikonfirmasi terputus termasuk sambungan internet akibat rusaknya jaringan kabel fiber optik.

Komunikasi lokal dengan daerah Vava’u dan Ha’apai telah berhasil dilakukan melalui telepon satelit dan radio frekuensi tinggi meskipun sangat terbatas.

Komunikasi dengan daerah Niuas masih terputus total namun daerah tersebut tergolong risiko rendah karena jarak yang cukup jauh dari gunung Hunga-Tonga-Hunga Ha’apao.

Upaya pemantauan terus dilakukan meskipun peringatan tsunami ditiadakan dan kegiatan volcano sudah mereda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar