Protes Aturan Covid-19 Belgia, 12 Orang Terluka

Kerusuhan demo menentang pembatasan yang diterapkan pemerintah Belgia di Brussels, Belgia, Minggu (23/1/2022). (Foto: Johanna Geron/REUTERS)

KBRN, Jakarta: Imbas aksi protes ricuh demonstran di Belgia, Minggu (23/1/2022), 70 orang ditangkap dan 12 orang luka-luka. Aksi tersebut dipicuh protes para demonstran mengenai aturan pengetatan Covid-19 di negara tersebut.

Demonstran yang diduga berjumlah sekitar 50.000 orang tersebut melempari batu dan petasan ke arah petugas yang berjaga di sekitar markas besar Uni Eropa. Bahkan, seorang demonstran bertopeng berhasil memecahkan salah satu pintu kaca masuk kantor tersebut. 

"Sebanyak 70 orang ditangkap, 12 di antaranya diamankan dengan tuduhan yang serius, yaitu melempar proyektil dan merusak properti," kata pihak Kepolisian setempat dikutip Reuters, Senin (24/1/2022).

Karena aksi terus berlanjut, pihak berwenang menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan masa. Namun, beberapa demonstran ada yang menyerang balik dengan melempari petugas, sehingga membuat petugas harus sembunyi di stasiun metro.

"Kebebasan berekspresi adalah salah satu dasar masyarakat kita. Setiap orang bebas untuk mengekspresikan pendapat mereka," kata Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo dalam sebuah pernyataan.

"Tetapi masyarakat kita tidak akan pernah menerima kekerasan tanpa pandang bulu, dan apalagi terhadap pasukan polisi kita. Mereka yang terlibat hari Minggu ini akan diadili," tambahnya.

Akibat dari kejadian ini, para korban yang mengalami luka-luka dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan.

Diketahui, aksi protes terhadap kebijakan COVID-19 pada Minggu (23/1) bukan kali pertama terjadi di Belgia. Meski begitu aksi kemarin menjadi yang terbesar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar