FOKUS: #CORONA

China Memperketat Prokes, Diplomat AS Merespons

Ilustrasi kondisi pandemi Covid-19 di China. (Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mempertimbangkan untuk mengizinkan para diplomat dan keluarganya meninggalkan China.

Menurut seorang sumber kepada Reuters dilansir Kamis (27/1/2022), para diplomat ingin meninggalkan China karena tidak tahan pada protokol kesehatan (prokes) ketat diterapkan mengendalikan pademi Covid-19.

Dua sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan, Kedutaan Besar AS pada hari Senin telah mengirim permintaan ke Washington untuk penandatanganan resmi.

Menjelang pembukaan Olimpiade Beijing dua pekan mendatang, China meningkatkan pengetatan untuk membendung Covid-19.

Sumber anonim menambahkan bahwa beberapa staf kedutaan kesal karena pemerintah Amerika tidak dapat membebaskan pejabatnya dari tindakan karantina yang ketat di China.

Peraturan tersebut mencakup kemungkinan orang yang terinfeksi virus dipaksa masuk ke klinik Covid-19. Anak-anak yang terinfeksi juga dipaksa berpisah dari orang tuanya.

Departemen Luar Negeri mengatakan kepada Reuters bahwa status operasi di kedutaan dan konsulatnya di China tidak berubah. "Setiap perubahan akan didasarkan pada kesehatan, keselamatan, dan keamanan kolega kami dan anggota keluarga mereka," kata juru bicara Deplu AS.

Zhao Lijian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China di Beijing mengatakan tindakan anti-epidemi yang dilakukan adalah ilmiah dan sesuai dengan perjanjian diplomatik. Bila diplomat AS meninggalkan China maka akan meningkatkan kemungkinan terinfeksi virus Corona.

Kedutaan Besar AS telah melakukan survei internal yang menunjukkan bahwa sebanyak 25 persen staf dan anggota keluarga memilih untuk meninggalkan China sesegera mungkin. Menurut sumber tersebut, bila tak bisa meninggalkan China, mereka meminta diperbolehkan menjalani karantina rumah. Selain itu masuk ke klinik dan rumah sakit di China akibat demam bersifat sukarela.

Sumber lainnya menngatakan Kedutaan AS di Beijing gagal mendapatkan jaminan dari China tentang perlakuan kepada diplomat Amerika selama pandemi.

Pada awal pandemi, pemerintah AS mengevakuasi sekitar 1.300 diplomat dan anggota keluarga dari China. Pemerintah AS dan China menemui jalan buntu selama berbulan-bulan karena prosedur pengujian dan karantina bagi para pejabat.

China mengharuskan diplomat asing untuk mematuhi aturan pengendalian pandemi seperti karantina dan pengujian pada saat kedatangan.

China membolehkan beberapa utusan asing tidak harus memasuki hotel karantina yang ditunjuk pemerintah.

Tabloid pemerintah China, Global Times, menyebut permintaan para diplomat AS meninggalkan negara itu menjelang Olimpiade adalah trik kotor. Hal ini bertujuan mengganggu China sebagai tuan rumah Olimpiade.

Amerika Serikat dan beberapa negara sekutu telah memboikot diplomatik Olimpiade karena diskriminasi terhadap Uyghur dan kelompok Muslim lainnya di wilayah barat Xinjiang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar