BPIP Mengapresiasi Kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia-Ukraina 

ARSIP - Presiden Joko Widodo (kiri) bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) saat KTT APEC 2014 di Beijing, Tiongkok, Senin (10/11). (ANTARA FOTO/Setpres/Rusman/pra)

KBRN, Jakarta: Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengapresiasi langkah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan berkunjung ke Rusia dan Ukraina.

"Jadi kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina itu sangat penting. Di situ menunjukkan bagaimana Indonesia seperti Sukarno dulu memainkan peranan dalam politik global," kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Jumat (24/6/2022).  

Diketahui, Presiden Jokowi direncanakan akan mengunjungi Kiev, Ukraina dan Moskow, Rusia. Presiden diagendakan akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia  Vladimir Putin.

Dalam pandangannya, Presiden Jokowi seperti halnya Sukarno yang mencoba memainkan peranan diplomasi publik untuk membangun perdamaian dunia dan tertib dunia sesuai dengan pembukaan UUD 1945.

"Bahwa kita mempunyai keterlibatan untuk menjaga tata tertib dunia dengan politik bebas aktif dan itu diamanatkan oeh UUD 1945," tegasnya.

Menurutnya, kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina dapat dimaknai bahwa peranan Indonesia ke depan adalah membangun peradaban itu yaitu mampu memfasilitasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

"Ini sangat penting karena situsi global sekarang kalau dunia tidak stabil, dunia penuh konflik peperangan maka impact-nya pada krisis dunia dan ini kan sudah terjadi belahan dunia mengalami kelaparan kekurangan pangan dan ini sebenarnya dimainkan oleh pak Jokowi," terangnya.

Lanjutnya, sebagai pemimpin G20, Presiden Jokowi memainkan peranan yang penting 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, kunjungan Presiden ke dua negara ini adalah wujud kepedulian terhadap isu kemanusiaan serta semangat untuk terus mendorong perdamaian.

“Presiden Jokowi akan merupakan pemimpin Asia pertama yang akan melakukan kunjungan ke dua negara tersebut. Kunjungan Presiden ini menunjukkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan, mencoba memberikan kontribusi untuk menangani krisis pangan yang diakibatkan karena perang dan dampaknya dirasakan oleh semua negara terutama negara berkembang dan negara dengan penghasilan rendah, dan terus mendorong spirit perdamaian,” ujarnya seperti dikutip laman Setkab.go.id. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar