UEA Normalisasi dengan Israel, Palestina Kecam Keras

Warga Palestina melakukan ibadah saat protes atas pemukiman Yahudi, di kota Biddy di Tepi Barat. (ANTARA)

KBRN, Kairo: Palestina mengecam langkah Uni Emirat Arab pada hari Kamis (13/8/2020) karena melakukan menormalisasi hubungan dengan Israel, menyebutnya sebagai pengkhianatan.

Juru bicara Pemerintah Palestina Nabil Abu Rudeineh menggambarkan kesepakatan antara UEA dan Israel "tentang normalisasi hubungan di bawah sponsor AS adalah pengkhianatan [Tempat suci umat Islam] Al-Aqsa, Yerusalem dan isu  Palestina."

Dia juga menambahkan, "Palestina akan tetap bersatu dalam menghadapi langkah tidak adil ini dan memperingatkan saudara-saudara [Arab kita] untuk tidak menyerah pada tekanan Amerika dan tidak mengikuti jejak Emirat."

Pimpinan Palestina menolak langkah UEA, menyebutnya sebagai langkah menuju "penghancuran Inisiatif Perdamaian Arab." 

"Kami menyatakan dengan tegas penolakan dan kecaman atas pernyataan trilateral yang mengejutkan kami dan menuntut UEA untuk segera mengabaikan perjanjian yang memalukan ini," ujar juru bicara Nabil Abu Rudeineh, seperti dikutip dari TASS, Jumat (14/8/2020).

Inisiatif Perdamaian Arab 2002 menetapkan hubungan antara negara-negara Arab dan Israel bisa normalisasi penuh dengan syarat Israel meninggalkan semua wilayah yang didudukinya pada tahun 1967, termasuk Dataran Tinggi Golan dan pertanian Shebaa serta pengakuan Israel atas negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan ibu kota di Yerusalem Timur.

Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump mengatakan melalui Twitter bahwa Israel dan UEA mencapai kesepakatan tentang normalisasi penuh hubungan bilateral. Kedua negara mengatakan hal yang sama dalam pernyataan bersama. 

Saat ini, dari semua negara Arab hanya Mesir dan Yordania yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan memiliki kantor kedutaan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00