Pakar Dunia Khawatir Ancaman Virus Nipah

Foto: ilustrasi

KBRN, Jakarta: Para ahli kesehatan dunia khawatir dengan ancaman pandemi akibat virus Nipah. 

Melansir Irish Times, Selasa (26/1/2021), nama virus itu berasal dari nama sebuah kampung di Malaysia, Sungai Nipah.

Virus itu menyebar pertama kali di Malaysia pada 1999. Diduga hampir 300 orang tertular virus itu dari kawanan babi yang terinfeksi.

Babi itu diduga sakit karena terjangkit virus Nipah, setelah menyantap sisa buah yang dimakan oleh kelelawar dari famili Pteropodidae yang membawa virus itu.

Akibat wabah virus Nipah, pemerintah Malaysia melarang ada pohon yang bisa berbuah berada di dekat peternakan babi. Sejak itu, virus Nipah seolah lenyap dan tidak ditemukan bukti ada penularan langsung dari hewan kepada manusia.

Kasus infeksi mirip wabah virus Nipah lantas muncul di Bangladesh pada 2004. Diduga hal itu terjadi akibat penduduk yang mengkonsumsi kurma atai sari kurma yang mengandung air liur atau urine kelelawar.

Orang-orang yang tertular virus Nipah akan mengalami gejala sakit pada saluran pernapasan, demam, pusing, dan merasa bingung. Yang paling mematikan adalah virus itu bisa memicu pembengkakan otak.

Pada Maret 2020, Koalisi untuk Persiapan Epidemi (CEPI) mengucurkan anggaran US$25 juta untuk penelitian dan uji klinis vaksin virus Nipah terhadap manusia.

Para ahli mengkhawatirkan virus itu sangat mudah menyebar dan sampai saat ini belum ditemukan penawar atau vaksin. Selain itu, para ahli cemas jika sudah terjadi penularan virus Nipah antarmanusia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00