Krama Diskoria: Funbike Sehat Sambil Menghormati Budaya

Kegiatan Krama Diskoria, kolaborasi Funbike gaya hidup sehat sambil menghormati budaya bangsa Kamboja. Acara terselenggara atas kerja sama KBRI Phnom Penh, Kerajaan Kamboja, dengan Komunitas warga Indonesia setempat (Dok. Istimewa/KBRI Phnom Penh)

KBRN, Phnom Penh: Banyak jalan yang dapat ditempuh untuk tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi COVID-19, yang salah satunya ditempuh secara cerdas oleh komunitas Indonesia di Phnom Penh, Kerajaan Kamboja, bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia. 

Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng, beserta istri dan sejumlah staf KBRI juga turut serta dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 23 Januari lalu. 

Kegiatan bersepeda bersama yang diberi tajuk “Krama Diskoria” ini merupakan cara warga Indonesia untuk mempromosikan gaya hidup sehat sambil memberikan penghormatan terhadap sejarah dan budaya Kamboja. 

Seluruh partisipan mengenakan krama, syal panjang bermotif gingham berwarna yang merupakan simbol budaya Kamboja. 

Syal panjang yang multifungsi ini menjadi pengingat kedekatan hubungan antara kedua negara. 

Duta Besar Sudirman Haseng menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting, bahwa Indonesia selalu memberikan dukungan pada Kamboja di saat susah dan senang. 

Bersepeda bersama menuju Monumen Win Win juga menunjukkan rasa persahabatan antara Indonesia dan Kamboja yang tahun ini akan memperingati hubungan diplomatik ke-62.

Pemerintah Kamboja sangat mengapresiasi kegiatan ini, dengan mengutus Direktur Hiburan dan Olahraga, Sok Vanna, untuk menghadiri kegiatan di KBRI. 

Secara khusus, Mr. Sok Vanna menggarisbawahi kegiatan gowes yang mencerminkan kedekatan Indonesia dengan Kamboja, karena seluruh partisipan mengenakan krama. 

“Pemerintah Kamboja mengapresiasi kegiatan funbike ini, sebagai sarana mempromosikan gaya hidup sehat di tengah pandemi COVID-19,” ucap Sok Vanna dalam pernyataan resmi yang diterima RRI.co.id, Selasa (26/1/2021).

Para partisipan Krama Diskoria bersepeda menempuh jarak sekitar 17 km dari KBRI menuju Monumen Win Win di Phnom Penh. 

Monumen yang diresmikan pada tahun 2018 ini menjadi simbol berakhirnya perang saudara pada tahun 1998 lalu. 

Didirikan di atas lahan seluas 8 hektare, monumen ini menjadi saksi dimulainya penyatuan Kamboja di bawah pemerintahan Hun Sen. 

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 partisipan ini juga dimanfaatkan oleh KBRI untuk menyebarluaskan Laporan Kinerja tahun 2020 sebagai bentuk keterbukaan dan akuntabilitas publik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00