Joe Biden Pilih Keturunan Palestina Jabat Intelijen

Foto: reuters
Maher Bitar saat menjadi pembicara di Georgetown SFS, WashingtongDC, AS, (20/5/2016).(Dok.IST/Twitter Georgetown SFS).

KBRN, Jakarta: Presiden Terpilih  Amerika Serikat periode 2020-2024 Joe Biden memilih penduduk keturunan Palestina Maher Bitar untuk menjabat Dewan Keamanan Nasional (NSC), Bidang Intelijen. 

Bitar juga menjadi penasihat umum fraksi bagi anggota Partai Demokrat, khususnya anggota Komisi Intelijen di Dewan Perwakilan. Dia juga menjadi salah satu orang memegang peran penting dalam upaya pemakzulan Donald Trump.

"Saya sangat kagum melihatnya menduduki jabatan baru itu, dan tentu saja kami akan merindukannya di komisi," kata Ketua Komisi Intelijen DPR AS dari Fraksi Demokrat Adam Schiff seperti dilansir Politico, Rabu (27/1/2021),

Schiff juga menjelaskan, Bitar juga sempat menjadi Direktur Urusan Wilayah Pendudukan Israel di Palestina NSC, tepatnya dalam masa pemerintahan Presiden Barack Obama.

Bitar juga pernah bekerja di Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Palestina (UNRWA) di Yerusalem.

Dalam masa kampanye pemilihan presiden AS pada Agustus 2020, Biden menyatakan akan merangkul masyarakat keturunan Arab dalam pemerintahannya.

Biden menyatakan hal itu dilakukan untuk melawan pandangan miring terhadap masyarakat keturunan Arab.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00