Kombes E Zulpan: Narkoba Bisa Menyasar Siapa Saja.

Kombes Zulpan dan Penyiar.jpeg
Kombes E Zulpan_1.jpeg

KBRN. Makassar: Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan Narasumber  dialog interaktif di Programa 1 RRI Makassar, melalui virtual, Kamis (03/09/2021).

Selama 1 jam siaran langsung bersama Kabidhumas Polda Sulsel dalam program acara Lintas Makassar pagi ini yang bertema “Penyalahgunaan Narkoba Dikalangan Anggota Kepolisian”.

Kombes E. Zulpan mengatakan dalam rangka pembinaan anggota Polri dan menuju SDM Polri yang Presisi, anggota yang bermasalah dengan narkoba dan menjadi perusak Citra Polri, maka oknum yang terlibat  tidak ada ruang dan tempat akan diberi tindakan tegas.

Dalam dialog terebut, Kombes E. Zulpan merilis data yang diperoleh bahwa Anggota Polda Sulsel terlibat narkoba pada tahun 2020 sebanyak 22 kasus dan pada tahun 2021 meningkat 35 Kasus.

"Saya juga tegaskan bahwa 35 kasus anggota yang terlibat narkoba tersebut tidak ada yang direhabilitasi tetapi langsung ditindak dengan sidang disiplin maupun sidang kode etik dan bila terbukti terdapat unsur sebagai pengedar maka akan diproses hukum pidana", UjarE. Zulpan

Aparat Polri  yang terlibat narkoba kata dia, pada umumnya dilatar belakangi karena faktor pergaulan atau pun memiliki persoalan pribadi seperti persoalan rumah tangga.

E. Zulpan juga menyayangkan adanya anggota Polda Sulsel yang terlibat narkoba, padahal menurutnya mereka telah mendapatkan pendidikan yang sangat baik di SPN Batua, namun praktiknya di lapangan lah mereka terpengaruh oleh pergaulan dan kurangnya pengawasan dari semua pihak sehingga hal tersebut terjadi.

"Ya perlu diketahui jadi ada 35 anggota kami terlibat narkoba, dari 25 ribuan anggota polda Sulsel, jadi artinya mereka adalah oknum saja", kata E. Zulpan.

Namun E Zulpan mengakui, adanya anggota Polri terlibat narkoba, tentu tidak baik dan tidak patut dicontoh, tapi menurutnya, bahwa Narkoba bisa menyasar siapa, saja tidak hanya anggota Polri dan sudah terbukti seluruh kalangan terpapar oleh narkoba ini, termasuk aparat pemerintah, selebriti, pejabat dan masyarakat umum.

Kombes E Zulpan juga menjelaskan, Narkoba di Sulsel berasal dari daerah lain dan telah diidentifikasi di Sulsel belum ada produsen namun hanya sebagai wilayah lemparan pasar.

"Ya Sulsel diindikasi penggunanya sangat banyak ini dibuktikan hasil pengungkapan 75 kilo sabu dan 30 ribu ekstasi oleh aparat Polda Sulsel beberapa waktu lalu", katanya.

Diakhir dialog, E. Zulpan menyampaikan Penanganan narkoba, bukan hanya tanggung jawab Polda Sulsel sendiri, tapi semua pihak termasuk dari pusat untuk menutup jalur masuk bandar narkoba baik dari darat laut atau jalur tikus lainnya yang tentunya melibatkan pihak-pihak Kementerian yang lain.

Selain itu pinta dia, pendidikan pemerintah juga menanamkan bahaya narkoba sejak usia dini bahwa Narkoba adalah musuh bersama kita dan tidak ada ruang tempat dalam kehidupan kita.

"Dan yang terpenting adalah meningkatkan iman kita iman kepada Allah SWT, proteksi keluarga dan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberi pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menggunakan narkoba", Harap E. Zulpan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00