Lebih Dekat dengan Kabupaten Pasangkayu, Update Rabu 22 September 2021

KBRN, Pasangkayu : Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang resmi berdiri pada 25 Februari 2004, dan diperingati sebagai hari jadi setiap tanggal 18 April.

Dasar hukum pembentukan daerah paling utara Provinsi Sulbar ini, adalah UU No.7 Tahun 2004.

Luas total wilayahnya, 3.043, 75 km persegi (1,175,20 sq mi),

populasi 242.417 jiwa, dengan kepadatan 79, 64/km persegi (26,3/sq mi) pada 2019.

Dari sisi demografi: Agama Islam sebagai penduduk mayoritas dengan jumlah 86,50%, Kristen 9,20%, Protestan 6,89%, Katolik 2,31%, Hindu 4,25%, Buddha 0,01%, lainnya 0,04%.

Daerah yang terletak 719 kilometer ke sebelah utara dari Kota Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), dan 276 kilometer dari Mamuju ibu kota Sulbar ini memiliki Dana Alokasi Umum (DAU) Rp. 512.980.658.000,00, dan IPM 67,79 pada tahun 2020.

Kabupaten Pasangkayu yang berasal dari kata Vovasanggayu yang berarti dua pohon yang tumbuh sendiri di laut Tanjung Babia, Pasangkayu, kini dinahkodai oleh Yaumil Ambo Djiwa selaku Bupati sekaligus penggagas lahirnya daerah otonomi Kabupaten Pasangkayu dan Herny, S.Sos, M.Si, sebagai Wakil Bupati.

Yaumil begitu ia biasa disapa merupakan Bupati ke-3, menggantikan kakak kandung beliau Ir.H.Agus Ambo Djiwa, MP, setelah sebelumnya pada Pilbup pertama tahun 2005 silam berpasangan dengan Syarifuddin Lazim ia kalah bersaing dengan Ir.H.Abdullah Rasyid yang berpasangan dengan adik kandung  beliau Ir.H.Agus Ambo Djiwa.

Sebagai informasi, eksistensi lahirnya  Kabupaten Pasangkayu tidak terlepas kedatangan warga Transmigrasi luar pulau Sulawesi (Jawa, Bali, NTB, NTT) dan daerah lain di Sulawesi.

Menengok sejarah panjang rezim Orde Baru presiden Soeharto yang mencanangkan program di Kementerian Transmigrasi hingga daerah ini dihuni beragam suku, adat istiadat, dan agama (multi etnis). Pun daerah Vovasanggayu ini diberi julukan "Miniatur Indonesia", karena dihuni oleh berbagai macam suku dan agama. Pasangkayu kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA) baik di darat maupun di lautan.

Tanaman kelapa sawit menjadi primadona mata pencaharian sebagian besar penduduknya saat ini. Setelah sebelumnya mengandalkan tanaman kelapa dalam, coklat, jagung, dll.

Masyarakat Pasangkayu patut berbangga dengan kehadiran berbagai perusahaan yang bergerak di bidang usaha perkebunan Kelapa sawit. Ada PT. Mamuang (Astra Group), PT Letawa (Astra Group), PT Pasangkayu (Astra Group), PT.Suryaraya Lestari 1, Sarudu (Astra Group), PT Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL), PT.TSL (Astra Group), PT Wahana, dll. 

Namun, dilain sisi masyarakat Kabupaten Pasangkayu secara umum pun sangat mengharapkan konsekuensi logis dari beroperasinya perusahaan - perusahaan tersebut yang sudah sekian lama dapat memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang signifikan. (Radarjakarta)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00