Walhi Sulsel Bersama Pemkab Maros Partisipasi Penataan Batas Desa

KBRN, Maros : Walhi Sulsel mengajak seluruh Camat, dan Pemerintah Kabupaten Maros menggelar focus Group Discusission (FGD) untuk insiatif pemetaan partisipasi penataan batas desa serta mendorong area pengembangan wilayah kelola rakyat di kabupaten Maros. Kegiatan ini dilaksanakan di Baruga B, kamis 21 Oktober 2021.

Hal tersebut karena Minimnya data pengembangan kecamatan yang ada di Kabupaten Maros terkait kondisi demografis, sumber daya alam dan tapal desa di sejumlah kecamatan menggelitik Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan untuk terlibat langsung dalam membuat peta partisipasi desa se-kecamatan.

Direktur Walhi Muhammad  Al Amin mengatakan, kegiatan FGD ini merupakan ‘hutang’ Walhi untuk menjawab tantangan Bupati Maros di tahun 2017 lalu, terkait pemetaan kabupaten Maros untuk menyelesaikan pemetaan kecamatan. Sebelumnya kata dia Walhi Sulsel pernah melakukan pemetaan insiatif untuk Kecamatan Bontoa di tahun 2017.

Ia menjelaskan FGD kali ini merupakan forum diskusi bagi seluruh instansi terkait untuk melakukan pemetaan partisipatif, pemetaan batas desa.

Al Amin berharap dengan terlibatnya Walhi dapat mendukung beberapa program bupati yang ingin menata dan mengsejahtrahkan rayat Kabupaten Maros. Salah satu konstribusi Walhi di Kabupaten Maros dengan melakukan pemetaan partispatif pemetaan batas desa dan insiatif belajar di level rakyat.

Terkait pemetaan partisipatif kata dia, ini tergantung daei kesiapan Pemerintah setempat. Meski begitu pihaknya menargetkan dapat merampungkan dalam setahun sampai dua tahun kedepan.

Nantinya kata Al-Amin, hasil dari pemetaan partisipasi ini akan menghasilkan peta fisik, peta potensi desa dan kecamatan, peta demografis.

Sementara itu Bupati Maros AS Chadir Syam  yang membuka kegiatan FGD mengatakan, pemetaan ini sangat diperlukan. Supaya mempermudah kegiatan masyarakat di setiap kecamatan.

Sekedar diketahui, di tahun 2017 lalu Walhi Sulsel telah menyerahkan peta partisipatif desa se-Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros,ke pihak Pemerintah Maros.

Proses pembuatan peta tersebut dilaksanakan oleh masyarakat di delapan desa dan satu kelurahan di antaranya Desa Salenrang, Desa Botolempangan, Ampekale, Bonto Bahari, Pajukukang, Minasa Upa dan Bontoa.

Pemetaan partisipatif merupakan proses pembuatan peta desa atau peta wilayah kelola rakyat yang dilakukan oleh masyarakat secara partisipatif. Masyarakat desa merencanakan dan melakukan pemetaan di wilayah masing-masing.

Pihak Walhi Sulsel, didukung tim dari Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP) dan Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif (SLPP) merampungkan proses fasilitasi pemetaan partisipatif. Proses pemetaan partisipatif desa di Kecamatan Bontoa juga untuk merekonstruksi sejarah masing-masing desa, mempelajari ekologi, budaya, pengelolaan lahan serta penyelesaian tata batas. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00