Unhas Miliki 161 Kerja Sama Internasional Aktif dengan Mitra di Asia, Eropa, Australia, Amerika dan Kanada

KBRN, Makassar : Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), Universitas Hasanuddin memiliki otonomi luas, baik dalam bidang tridarma perguruan tinggi maupun dalam peran dan tanggung jawab sosial. 

Untuk mewujudkan mandat kedua ini, Unhas mengoptimalkan kemitraan strategis dengan metode kolaborasi institusi, baik dengan mitra-mitra di dalam maupun luar negeri.

Sepanjang tahun 2021, kemitraan dalam negeri berjalan dengan orientasi pada tridarma perguruan tinggi. Sejumlah 35 kemitraan yang dilakukan oleh Unhas diwujudkan dalam nota kesepahaman formal, yang terdiri atas:

- Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah: 20 kemitraan (58%)- Instansi Pendidikan: 7 kemitraan (19%)- Organisasi: 5 kemitraan (13%)- Dunia Usaha: 4 kemitraan (10%)

Sementara dengan mitra luar negeri, Unhas mewujudkan 23 kerja sama, yang didominasi oleh mitra perguruan tinggi, serta beberapa organisasi internasional dan perusahaan multinasional.  Dengan demikian, secara akumulatif Unhas kini memiliki kerja sama internasional formal dan aktif dengan 161 institusi dari 25 negara, dengan sebaran sebagai berikut::

- Kawasan Asia: 103 kemitraan (64%)- Kawasan Eropa: 32 kemitraan (20%)- Kawasan Australia: 16 kemitraan (10%)- Kawasan Amerika dan Kanada: 10 kemitraan (6%)

Suharman menjelaskan bahwa bentuk kerja sama dengan institusi mitra luar negeri adalah riset bersama, publikasi internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, pelatihan, magang, _international cultural program_, _internasional guest lecture_, _capacity building_, dan orientasi usaha dan bisnis. 

“Aktivitas dari kerja sama tersebut juga diarahkan dalam mencapai target world class university (WCU) dan mendukung program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM),” papar Suharman.

Dari berbagai aktivitas bursama mitra luar negeri, sejumlah kemitraan itu berjalan secara multi-years. Di antaranya kemitraan dengan ICDF/TETO Taiwan, AIC/PAIR Australia, RISE Australia, CALOHEA Project UEC/AUN-QA Eropa/Asean, HEPI USA, KfW Jerman dan JICA Jepang.

*Pembenihan Padi Unggul ICDF/TETO Taiwan*

International Cooperation and Development Fund (ICDF)/Taipei Economic and Trade Office  Taiwan mendukung terpenuhinya jumlah benih unggul di Indonesia, khususnya di Indonesia Bagian Timur. 

Untuk memperluas dan memberdayakan petani dalam menghasilkan benih padi unggul, Fakultas Pertanian juga melakukan pembinaan penangkaran benih padi pada tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan yakni Gowa, Sidrap, Pinrang, Soppeng, Luwu Utara, Wajo dan Bone dengan luas lahan kurang lebih 330 hektar. 

*Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) dari AIC*

Program PAIR AIC (Australia-Indonesia Center) melaksanakan 4 riset _Strategic Integrated Projects_ (SIP) pada tahun 2021 di Sulawesi Selatan. Unhas menjadi hub pada semua area riset, yang meliputi seaweed, rail line, farming community, and agrarian change. Program ini melibatkan empat universitas Australia (University of Queensland, Monash University, University of Western Australia, University of Melbourne) dan 7 universitas di Indonesia. 

*Revitalising Informal Settlements and their Einvironments (RISE)*

Melalui program RISE di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Unhas bekerja sama dengan peneliti dari berbagai universitas ternama di dunia, seperti Monash University dan Melbourne University (Australia), Stanford University dan Emory University (Amerika Serikat), dan Cambridge University (Inggris).  Lalboratorium RISE dilengkapi dengan peralatan terbaru berupa Quanstudio 7 Flex (qPCR & Taqman Array) untuk mendeteksi pathogen pada manusia dan lingkungan, resistensi anti mikroba.

* CALOHEA Project UEC/AUN-QA Eropa/Asean*

Unhas tercatat sebagai salah satu dari 29 Perguruan Tinggi ternama di ASEAN dan Eropa yang terpilih dalam proyek CALOHEA (Comparing Achievements of Learning Outcomes in Higher Education in ASEAN). Dalam kegiatan ini, dua program studi di Unhas terlibat yakni Prodi Kedokteran dan Prodi Teknik Sipil, dimana seluruh pendanaan berasal dari European Commission. 

Melalui proyek CALOHEA, Unhas bersama perguruan tinggi di kawasan ASEAN dan Eropa menjadi pelaku utama dalam membangun model pengukuran capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang kompatibel di tingkat internasional. Hasil model pengukuran CPL ini kemudian akan dijadikan sebagai acuan bagi prodi untuk pengembangan kurikulum, mata kuliah, serta strategi pembelajaran. 

*Higher Education Partnership Initiative (HEPI)*

Unhas dipercaya menjadi bagian dari Higher Education Partnership Initiative (HEPI) yang difasilitasi oleh USAID dan Arizona State University (ASU), Amerika Serikat. Unhas bersama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Universitas Bina Nusantara (BINUS) terpilih setelah melalui proses asesmen oleh pihak ASU, yang selanjutnya mendapatkan persetujuan pendanaan dari USAID.

Program ini diarahkan pada peningkatan kemampuan utama dan kompetensi mahasiswa melalui penjaminan mutu internasional dan dukungan dari industri yang menjadi mitra.  Unhas mengajukan Program Studi S1 Teknik Lingkungan untuk mengikuti kegiatan ini. 

*Grant KfW Untuk Penanganan Covid-19*

Selain pembangunan fisik dengan dana Loan dari KfW Jerman, Rumah Sakit PTN Unhas mendapatkan grant dari Uni Eropa bekerja sama dengan KfW melalui skema Euro Grant senilai EUR4,980,000. Proyek ini bertujuan memperkuat kapasitas RSPTN Unhas sebagai RS Pendidikan dalam penanganan Covid-19, dimana proyek ini membiayai 3 (tiga) aspek yaitu, konstruksi, penyediaan alat kesehatan, serta capacity building terkait pelayanan Covid-19.

Pemilihan Unhas berkaitan dengan peran yang dilaksanakan oleh RSPTN Unhas yang memperoleh kepercayaan dari pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai salah satu RS rujukan yang melayani pasien Covid-19 serta laboratorium yang dapat melayani pemeriksaan Swab dengan metode Polymerase Chain Reaktif (PCR).

Saat ini sedang berlangsung proses penandatanganan _implement agreement_ dan _separate agreement_ dengan Kemendikbudristek, KfW, Kementerian Keuangan dan Unhas. Proyek direncanakan akan berjalan sampai 2023. 

*Grant JICA untuk Penanganan Covid-19*

Selain dari pemerintah Jerman, RSPTN Unhas juga menerima bantuan berupa _technical cooperation_ dari Japan Internasional Cooperation Agency (JICA). Bantuan ini berupa penyediaan telemedicine khusus penanganan pasien ICU Covid-19, penyediaan ICU kontainer pasien Covid-19 berkapasitas 5 tempat tidur. ICU container ini akan disambungkan dengan perangkat telemedicine, dan bersifat knock down yang akan ditempatkan di lapangan parkir (di depan UGD RSPTN Unhas). Kerja sama ini telah tanda tangan kontrak di akhir tahun 2021, dan direncanakan berlangsung selama setahun. 

Suharman menjelaskan bahwa kemitraan yang telah, sedang dan akan berjalan tersebut, tidak datang secara tiba-tiba. Komitmen dan konsistensi yang ditunjukkan oleh Unhas menjadi garansi akan kepercayaan mitra Unhas. “Kepercayaan yang terus tumbuh dan berkembang khususnya dari mitra luar negeri melalui proses yang panjang. Reputasi internasional Unhas lahir dari kolaborasi dan adaptasi sivitas akademika Unhas secara luas dan berjenjang,” tutup Suharman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar