FOKUS: #VAKSIN COVID

Tolak Intimidasi Program Vaksinasi Anak, Komunitas Peduli Anak Bone Berunjuk Rasa

KBRN. Bone : Puluhan orang tua siswa/siswi yang tergabung dalam Komunitas Peduli Anak Bone, menggelar aksi di halaman kantor Dinas Kesehatan dan Pendidikan atas tuntutan penolakan segala bentuk pemaksaan vaksin terhadap anak.

Tuntutan aksi tersebut, Komunitas Peduli Anak Bone ini menolak pemaksaan vaksin terhadap anak-anak, mengecem segala bentuk sanksi yang mengintimidasi anak atau siswa serta meminta Dinas Kesehatan, TNI/Polri dan Pemkab Bone untuk bertanggungjawab atas segala resiko pasca pelaksanaan vaksinasi.

" Ada anak meninggal dunia setelah divaksin, lantas siapa yang bertanggungjawab dan semua lepas tangan bahkan menyatakan itu bukan akibat dari vaksin. Apakah kalian tega, anak-anak kalian dijadikan kelinci percobaan, dimana hati nurani kalian," tegas Eka Handayani selaku koordinator lapangan (Korlap) aksi demo di halaman kantor Dinkes Bone, Kamis (27/01/22)

Dia menuntut, pihak pemerintah daerah untuk segera mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada unsur pemaksaan menyangkut pelaksanaan vaksinasi dan tidak ada sanksi apapun bagi anak yang tidak ingin divaksin.

Sementara itu, Jubir Satgas COVID-19 Bone, drg Yusuf mengatakan bahwa, pemerintah akan bertanggungjawab atas resiko yang ditimbulkan dari pelaksaan vaksinasi COVID-19 ini.

" Selama dalam prosedur kesehatan sesuai SOP, maka pemerintah akan bertanggungjawab penuh apa yang tejadi setelah divaksin," kata dia.

Menyangkut keberadaan surat pernyataan dan bentuk sanksi bagi siswa/siswi yang tidak ikut dalam program vaksin, Yusuf menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut ke pihak Dinas Pendidikan.

" Dari Dinas Kesehatan, tidak pernah mengeluarkan petunjuk surat pernyataan seperti ini. Kesimpulannya, orang tua tidak setuju untuk divaksin anaknya, tidak usah ikut divaksin," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar