Lepas Jemaah Haji Papua Barat, Ikbal Ismail Sebut Kloter 17 Bercitarasa Nusantara

KBRN, Makassar : Disaksikan Kakanwil Kemenag Provinsi Papua Barat, Luksen Jems Mayor beserta sejumlah Pejabat di jajarannya, Sekretaris PPIH Embarkasi Makassar yang juga Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan H. Ikbal Ismail melepas secara resmi 393 jamaah calon haji yang tergabung dalam Kloter 17 Ujungpandang,  Kamis (30/06/2022) jelang dini hari.

Pelepasan yang dilaksanakan di Aula Mina Asrama Haji Sudiang Makassar ini, diikuti oleh 331 jemaah yang terdiri dari Jemaah Haji asal Makassar 1 Orang, Manokwari 81 orang, Kota Sorong 110 Orang, Kabupaten Sorong 35 Orang, Fakfak 36 orang, Kaimana 17 orang, Sorong Selatan 9 orang, Maybrat 1 orang, Tambrauw 2 orang, Bintuni 17 orang dan wondama 8 orang ditambah 4 Orang Petugas Haji Kloter.

“Sisanya yang 58 orang jemaah yang berasal dari Provinsi Gorontalo sudah menunggu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang sejak di Embarkasi Haji Antara Gorontalo, sudah melalui seluruh proses pelepasan dan boarding layaknya di Asrama haji Sudiang Makassar,” jelas Ikbal

Kabid PHU Kanwil Kemenag Sulsel ini, sangat berharap Kloter 17 Ujungpandang nantinya di Tanah Suci bisa menjadi contoh teladan yang baik dalam hal menjaga kekompakan dan kebersamaan antar jemaah haji di kloter, yang menurut Ikbal bercitarasa Nusantara.

“Benar, Kloter 17 ini berasal dari Papua Barat, tapi saya melihat cerminan Nusantara ada disini, sebab hampir semua suku bangsa di Indonesia ada di Kloter ini, mulai dari Papua, Bugis, Makassar, Maluku, Jawa, kalimantan dan sebagainya semua membaur dalam satu Kloter, Kloter ini bisa disebut Indonesia Mini, maka harapan kami, jaga kebersamaan dan kekompakan kita mulai saat diberangkatkan sampai nantinya kembali ke Tanah Air,” urai Mantan Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar.

Selaku Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi makassar, Kami memastikan jemaah haji Indonesia tetap akan mendapatkan katering makan hingga pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), 8-13 Zulhijah 1443 H.

“Ada perbedaan dengan tahun sebelumnya. Jadi jemaah haji tahun ini, tiga hari menjelang Armuzna itu tetap mendapatkan katering,” kata Ikbal

Selama jemaah berada di hotel hingga proses pergeseran jemaah ke Arafah, maka jemaah tetap akan mendapatkan jatah makan seperti biasa. Tiga kali sehari, pagi, siang dan malam, plus buah-buahan segar.

Katering yang telah dikontrak PPIH baru akan menghentikan jatah makan setelah jemaah berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Akan tetapi, Nanti (selama Armuzna) jemaah akan dilayani (konsumsinya) oleh Muasasah Asia Tenggara, mulai sejak jemaah tiba di Armuzna sampai nanti kembali lagi ke hotel di Mekkah. Jadi jatah makan sebenarnya bukan berhenti, hanya berganti saja,” Jelasnya.

Jatah makanan dari Muasasah Asia Tenggara ini khusus diberikan selama jemaah berada di Armuzna atau sejak 8 - 13 Zulhijah. 

Bahkan, menu makanan yang telah dikirimkan PPIH ke Muassasah adalah menu citarasa nusantara seperti menu-menu makan saat jemaah berada di hotel.

“Iya kita harapkan (menu) seperti itu (citarasa Nusantara), tapi kita coba nanti lihat bagaimana mereka menyajikan makanan. Total ada 16 kali makan selama Armuzna. Jemaah enggak usah khawatir,” kata Ikbal.

Sementara itu Ikbal Ismail menambahkan, hingga saat ini dari 16 kelompok terbang (kloter) yang sudah diberangkatkan dari Embarkasi Makassar, masih tersisa 3 kloter lagi yang belum tiba di Arab Saudi, termasuk Kloter 17. Total jemaah haji asal Embarkasi Makassar yang sudah tiba mencapai 6.279 jemaah, yang kesemuanya sudah berada di Kota Mekkah.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar