Parepare, Kota Cinta Habibie - Ainun

KBRN. Makassar - Tak terasa setelah menyusuri jalan dari kota Makassar selama empat jam, tibalah kami di kota Parepare yang dikenal sebagai kota cinta Habibie – Ainun.  Bertepatan dengan waktu makan siang, kamipun memilih mampir di rumah makan ROEMAH PALEKKO di depan dermaga penyeberangan dengan menikmati kuliner bebek palekko .  Makanan berbahan dasar bebek yang dipotong kecil  dengan rasa pedas  berbagai level dan diracik bersama dengan bumbu komplit. Selain itu, ada menu bebek goreng rica dengan rasa yang tidak kalah pedasnya. Disajikan dengan nasi hangat dan sup kentang dan wortel. Menikmati hidangan dengan kebersamaan menimbulkan rasa kekeluargaan dan keakraban dalam crew dialog luar studio dan dokumenter. Apalagi hidangan ini dinikmati di atas balai bambu dengan sepoi angin yang berhembus. Tak terasa kami sudah melewati masa istirahat selama dua jam. Setelah shalat dhuhur, kamipun beranjak menuju lapangan Gelora BJ. Habibie. Sebuah lapangan sepakbola yang menjadi homebase pasukan Ramang si Juku Eja - PSM. Hamparan lapangan hijau menyejukkan mata meskipun mentari ikut menyengat dengan teriknya. Menemui Kadis Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Amarung Agung Hamka, kami mengatur rencana taping dialog luar studio dan pengambilan bahan dokumenter di beberapa potensi daerah Parepare.“Kami berterimakasih atas kehadiran RRI di kota cinta Habibie – Ainun, kota kelahiran Presiden RI yang ke- 3,” ungkap AA Hamka.

Kawasan Wisata LadomaSekitar 14 km dari pusat keramaian kota Parepare, kami menyusuri jalan di pinggiran gunung menuju ke Kawasan Wisata Ladoma. Sebuah kawasan wisata keluarga yang menyajikan keindahan alam perbukitan dan sungai, sehingga menjadi salah satu tempat outbond atau camping ground, serta tempat memancing ikan nila.Wahyu, pengelola sekaligus pemilik kawasan wisata menyatakan bahwa selama pandemi, kawasan ditutup dan tidak beroperasi. Sejak diberi kelonggaran, kawasan kembali terbuka dan masyarakat makin ramai mengunjungi tempat tersebut.“Pengunjung paling suka memancing dan ikannya bisa langsung dibakar dan dinikmati bersama keluarga,” katanya.Suasana asri bisa dinikmati dalam kawasan, karena rimbun oleh pepohonan hutan dan pohon produktif. “Kami menanam berbagai macam bibit buah-buahan yang bisa dinikmati pula oleh pengunjung tempat ini,” ulasnya.

Monumen Cinta Sejati Habibie – AinunDi tengah kota Parepare telah berdiri megah monumen cinta sejati Habibie- Ainun. Tepatnya berada di sudut lapangan Andi Makkasau, sebuah lapangan sepak bola terlama di kota ini. Menurut Kadisparpora Parepare, Amarung Agung Hamka, kehadiran monumen adalah bagian dari rasa bangga orang Bugis yang berhasil menjadi Presiden RI dan keteladanan atas kesetiaan Habibie kepada Ainun.  Rasa bangga masyarakat Parepare terhadap kecerdasan Habibie dan kesetiaannya, diwujudkan menjadi sebuah monumen.Setiap harinya, monumen ini dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Kehadiran wisatawan tersebut mendatangkan rejeki bagi tukang parkir dan fotografer. Menurut Ardi, salah seorang tukang parkir, bila pengunjung monumen banyak, bisa mendapatkan rejeki lebih dari 100 ribu rupiah.

Tonrangeng River SideKawasan wisata yang menarik lainnya dari kota cinta Habibie – Ainun adalah Tonrangeng River Side. Sebuah kawasan pinggir sungai Salo Karajae yang menghadirkan aneka ragam aktivitas masyarakat Parepare sehingga terpilih menjadi salah satu dari 5 (lima) Kharisma Nusantara di Sulawesi Selatan. Pengunjung bisa menikmati sunset dan kuliner ikan terbang bakar. Disajikan bersama nasi santan atau songkolo yang terbuat dari beras ketan hitam ditaburi serundeng dari kelapa.Apalagi bila ditambahkan dengan peco-peco atau sambal yang dibuat khusus, sehingga ikan terbang bakar atau dikenal dengan nama ikan tuing-tuing makin enak dinikmati.Menurut Ibnu, pemilik rumah makan ikan terbang bakar, pengunjung bisa menikmati makanan khas Bugis ini setiap hari sejak jam 17.00 hingga 23.00 Wita.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar