Pakai Motor Listrik, Gojek sebut Mitra Driver Bisa Hemat Rp 500 Ribu Per Bulan

ilustrasi GoTo. (Merdeka.com)

KBRN, Medan : Sejak tahun lalu Gojek telah melakukan uji coba motor listrik. Untuk awal, Jakarta Selatan dipilih sebagai area uji coba. Di tahun ini, pihaknya juga menyebut akan menambah pasokan 5.000 motor listrik untuk uji coba.

VP Corporate Affairs Gojek, Teuku Parvinanda Handriawan, mengatakan pihaknya kerap melakukan evaluasi terhadap penerapan motor listrik utamanya bagi mitranya. Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi catatan baik yang didapatkan mulai dari sisi teknis hingga pendapatan mitra.

"Dari sisi teknis, teknologi battery swapping pada armada kami, menemukan fakta di mana proses yang dilakukan oleh mitra kami itu lebih cepat dan mudah. Prosesnya itu kurang dari 1 menit," kata pria yang karib disapa Andri saat diskusi publik bertema Mengulik Sustainability Sektor Transportasi Lewat Teknologi yang digelar Forum Wartawan Teknologi (FORWAT) secara daring,dikutip Merdeka.Com, Jumat (27/5/2022).

Kemudian, lanjut Andri, strategi ini ternyata mampu menekan pengeluaran para mitra driver. Dengan kata lain, terjadi penghematan dari sisi biaya operasional. Berdasarkan hasil survei Gojek, biaya operasional mitra driver bisa ditekan hingga ratusan ribu rupiah.

"Ini penting bagaimana kami bisa memfasilitasi mitra driver kami yakni dengan menurunnya biaya operasional mereka. Mayoritas mitra menghemat biaya operasional Rp500.000,00 hingga Rp700.000,00 per bulan," ungkap Andri.

Fakta penghematan penggunaan kendaraan listrik dari sisi operasional itu pun diamini oleh Fabby Tumiwa. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) ini mengatakan, dari segi investasi untuk membeli kendaraan listrik saat ini memang masih terbilang mahal, sebagai contohnya mobil listrik.

"Namun dari sisi perawatan dan operasional, itu jauh lebih terjangkau," kata dia.

Sebelumnya, Gojek bersama TBS Energi Utama melakukan joint venture dengan mengadakan kesepakatan dengan Gogoro untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicles/EV) di Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar