7 Wabah dan Trauma Sosial

Sumber ilustrasi: Antaranews.com.

KBRN, Medan: Dari sekian banyaknya wabah dan menyebabkan trauma sosial bagi umat manusia di dunia, berikut tujuh wabah dan trauma sosial yang terjadi di dunia seperti dirangkum RRI Medan.

1. AIDS

Penyakit AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia hingga menyebabkan kematian. Kuman HIV terjangkit melalui hubungan badan, penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan tranfusi darah. Orang yang terkena AIDS biasanya orang-orang yang berhubungan badan dengan pengguna narkoba, wanita dan pria tunasusila.

2. Chikungunya

Chikungunya disebabkan oleh nyamuk dan gejalanya mirip dengan penyakit demam berdarah. Akibatnya adalah demam dan ngilu pada tulang. Penyakit ini dapat menyebar dari satu penderita ke penderita lain lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini berisiko terjadi ketika musim penghujan.

Penderita merasa lemas dan  tulangnya sakit sampai seperti lumpuh, gejala chikungunya biasanya relatif ringan dan tidak separah penyakit demam berdarah.

Namun, penderita penyakit kronis, orang tua, dan pemilik daya tahan tubuh lemah perlu waspada pada penyakit ini karena bisa menyebabkan infeksi parah. Kendati, setelah terinfeksi chikungunya, kebanyakan penderita kebal atau tidak akan terkena penyakit sejenis di masa depan.

3. PMK

Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) merupakan penyakit menular yang menyerang hewan ternak berkuku belah seperti sapi, kambing, babi, domba dan kerbau.

Menurut laporan tahun 2009, PMK disebabkan oleh kuman anthrax yang berasal dari hewan kemudian dikonsumsi manusia. Wabah ini disebut berasal dari Inggris lalu kemudian menyebar di seluruh bagian dunia.

4. Malaria

Penyakit malaria disebabkan oleh gigtan nyamuk Anopheles yang bersarang di tempat air yang kotor. Malaria menyebabkan gejala yang biasanya termasuk demam, kelelahan, muntah, dan sakit kepala. Dalam kasus yang parah dapat menyebabkan kulit kuning, kejang, koma, atau kematian. Gejala biasanya muncul sepuluh sampai lima belas hari setelah digigit. Jika tidak diobati, penyakit mungkin kambuh beberapa bulan kemudian.

Pada mereka yang baru selamat dari infeksi, infeksi ulang biasanya menyebabkan gejala ringan. Imunitas parsial ini menghilang selama beberapa bulan hingga beberapa tahun jika orang tersebut tidak terpapar terus-menerus dengan malaria.

Penyakit ini tersebar luas di daerah tropis dan subtropis yang ada di pita lebar sekitar khatulistiwa. Ini termasuk banyak dari Afrika Sub-Sahara, Asia, dan Amerika Latin.

Pada 2015, ada 214 juta kasus malaria di seluruh dunia. Hal ini mengakibatkan sekitar 438.000 kematian, 90 persen di antaranya terjadi di Afrika. Tingkat penyakit menurun dari tahun 2000 hingga 2015 sebesar 37 persen. Namun meningkat dari 2014 di mana ada 198 juta kasus.

Malaria umumnya terkait dengan kemiskinan dan memiliki efek negatif yang besar pada pembangunan ekonomi.

5. Ratinopati Diabetik

Retino Diabetik merupakan kerusakan progresif retina mata akibat diabeter kronis yang bisa menyebabkan hilangnya penglihatan. Disebabkan gula dsrah tidak terkendali hingga kerusakan pembuluh darah pada retina yang dapat menimbulkan bercak-bercak di retina, jika pecah maka dapat kehilangan penglihatan.

Gejalanya adalah, penglihatan semakin menurun, adanya bintik-bintik dalam pandangan dan terjadi pendarahan secara tiba-tiba. Sedangkan cara mencegahnya, bisa dapat dengan mengontrol gula darah dan tekanan darah. Sementara untuk pengobatannya, dengan bedah laser dan vitrektomi.

7. COVID-19

COVID-19 atau virus Corona pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada awal Desember 2019. Wabah COVID-19 ini telah menelan jutaan jiwa umat manusia di seluruh dunia. Tak hanya itu, COVID-19 juga melumpuhkan perekonomian di banyak negara.

Hingga kini, Pandemi COVID-19 masih berlangsung, hanya saja dalam tren membaik seiring digalakkannya vaksinasi.

COVID-19 juga mengubah pola hidup masyarakat yang memaksa untuk lebih displin dalam kebersihan. Misalnya mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar