DPRD Medan minta Dinas Kesehatan Medan serius atasi kasus stunting

KBRN, Medan: DPRD Kota Medan meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan untuk lebih serius dalam penanganan kasus stunting (kekerdilan) pada anak di bawah lima tahun.

"Begitu seriusnya pemerintah pusat menangani stunting, tetapi Dinkes Kota Medan masih terkesan santai," kata Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari, usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Dinkes Kota Medan, dr. Taufiq Ririansyah, dan jajarannya di gedung DPRD Kota Medan di Medan, Jumat (27/5/2022).

Menurutnya, bukti belum seriusnya Dinkes Kota Medan menangani stunting yaitu Posyandu masih menggunakan timbangan ikan di pasar untuk menimbang berat badan seorang bayi.

"Medan kota ketiga terbesar, namun alat ukur bayi masih timbangan manual, malu aku. Wali Kota Medan, Boby Nasution keren, tapi Dinkes tidak mampu mengikutinya. Padahal, sangat penting untuk mengetahui berat bayi penderita stunting," lanjutnya.

Ia mengatakan seharusnya Dinkes Kota Medan gencar berinovasi dalam percepatan penurunan angka stunting atau gizi kronis di Kota Medan.

Data terakhir Dinas Kesehatan Kota Medan menyebutkan pada bulan penimbangan Februari 2022 ditemukan sebanyak 555 balita menderita gizi kronis.

"Tentu harus dibuktikan, penanganan berbagai hal harus lebih serius dan maksimal. Berdayakan lembaga dan elemen masyarakat guna menurunkan stunting," ujar politikus PAN tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Taufiq Riansyah, mengaku pihaknya kesulitan dalam penganggaran untuk pengadaan alat timbang bayi di daerah ini

Namun, ke depan pihaknya akan memprioritaskan hal itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar