Sebuah Kebaikan Sederhana, Berinfaq dengan Sampah

flyer Numpang Nampang RRI Pro 2 FM

KBRN, Medan: Sedekah memiliki banyak sekali manfaat dan merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan. Sedekah lebih luas dari sekadar zakat maupun infak. Tetapi bersedekah juga bisa lewat pemanfaatan sampah.

Hal tersebut dijelaskan Hadi Saputra Panggabean, S.Pd.I, M.Pd, selaku narasumber yang hadir di Radio Republik Indonesia (RRI) Medan lewat acara Numpang-Nampang Programa 2 FM, Hadi mengatakan, ‘Berinfaq Dengan Sampah’ melakukan kebaikan dengan cara sederhana, merupakan ide yang ditemukannya ketika dia berkunjung ke Yogyakarta.

“Pada tahun 2018 saya melakukan perjalanan studi banding bersama rekan-rekan Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Sumatera Utara ke Yogyakarta tepatnya di Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bantul, nah saya melihat di sana masyarakat pada mengumpulkan sampah berjenis anorganik seperti kertas bekas, plastik, besi, aluminium bekas,” ungkap Hadi, kepada penyiar RRI Pro 2 FM, Argun, yang disiarkan lewat frekwensi 92,4 MHz, Rabu (29/6/2022).

Dari hasil pengamatannya, Hadi yang juga berprofesi sebagai seorang dosen di Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, membuat program tersebut di lingkungannya sendiri. Program tersebut dinamakan ‘Gerakan Shodaqoh Sampah’ yang sudah berjalan kurang lebih 2 tahunan.

“Di lingkungan saya tinggal tepatnya di Mesjid Taqwa Muhammadiyah, Jl. Gaperta Ujung Gg. Sekata, saya membuat program tersebut dan berkolaborasi dengan Pemuda Muhammadiyah Ranting Muhammadiyah Tanjung Gusta, kami bergerak bersama mensosialisasikan program ini, dan akhirnya warga Kecamatan Tanjung Gusta menerima dengan baik,” jelas Hadi yang juga merupakan pengurus Muhammadiyah Cabang Helvetia).

Hadi menjelaskan Program ‘Beringfaq dengan Sampah’ ini merupakan program menjual sampah ke pengepul partai besar.  Sampah yang bisa disumbangkan seperti kertas, plastik dan limbah botol plastik, besi dan sampah lain yang bisa dijual ke pengepul dan hasilnya digunakan untuk keperluan masyarakat setempat termasuk biaya binatu pakaian anak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah yang berada di Kelambir Lima Kebun.

“Untuk saat ini kami masih mengutip sampah dari warga, lalu dibersihkan oleh anggota dan kami jual ke Botot (pengepul, red), hasil dari penjualan itu kami gunakan untuk kegiatan bersama, seperti menyalurkan bantuan ke panti asuhan dan menyerahkan dana dalam program GAS (Gerakan Amal Sholeh) untuk aktifitas organisasi, juga kelestarian masjid sebagai amal usahanya mesjid,” kata Hadi.

Hal senada juga dikatakan oleh Sukma Hakika selaku perwakilan pemuda Muhammadiyah yang ikut serta mengutip sampah tersebut. Sukma mengatakan pengutipan sampah tersebut dilakukan setiap seminggu sekali dengan teknis door to door ke rumah warga dan dikumpulkan di Masjid Taqwa Muhammadiyah Tanjung Gusta Jl. Gaperta Ujung Gg. Sekata Medan Helvetia .

“Kami selaku tim penggerak dari ‘Berinfaq dengan Sampah’ membuat brosur dan dibagikan kepada warga setempat, di dalam brosur tersebut berisikan pengumuman pengambilan sampah dilakukan setiap hari Minggu dengan menjemputnya langsung ke rumah warga dengan menggunakan becak yang dihibahkan salah seorang warga kepada kami,” jelas Sukma seorang mahasiswa dari Pemuda Cabang Muhammadiyah Helvetia.

Pada akhir dialog interaktif tersebut Hadi berharap bisa berkolaborasi dengan lembaga lain termasuk Pemkot Medan sehingga masalah sampah bisa teratasi dengan baik.

“Harapannya, pelan-pelan kita akan masuk ke Lurah setempat, terus ke Camat hingga ke Pemkot Medan, untuk membantu mengatasi masalah sampah tersebut,” jelas Hadi

Untuk kalangan generasi muda Sukma mengimbau agar anak muda yang ada di Kota Medan dapat melakukan kegiatan ini di tempatnya masing-masing, untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi terkait permasalahan sampah.

Numpang Nampang merupakan acara RRI Pro 2 FM Medan dengan segmentasi anak muda, mahasiswa dan orangtua muda yang memiliki prestasi. Disiarkan lewat frekwensi 92,4 MHz  setiap Senin - Sabtu dari jam 16.00 – 17.00 WIB.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar