Pemko Medan Harus  Rutin Lakukan Pengawasan Makanan Halal dan Higienis

Sosialisa Perda oleh anggota DPRD Medan.jpeg

KBRN, Medan: Walikota Medan Bobby Afif Nasution harus melakukan pengawasan rutin terhadap kehalalan makanan dan minuman serta makanan higienis di seluruh pasar kota Medan.

Hal itu dikemukakan anggota DPRD Medan Abdul Rani SH ketika melaksanaan sosialisasi Perda tentang pengawasan serta jaminan produk halal dan higienis No 10 Tahun 2017  di Jl Sei Batang Hari Gg Famili, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu siang (23/10/2021)

Dikatakan, selain jaminan halal dan higienis, Walikota Medan juga harus dapat menjamin ketersediaan produk halal kepada masyarakat yang muaranya akan memberikan rasa nyaman kepada warga kota Medan itu sendiri.

 “Pemko Medan harus rutin mengawasi  makanan halal dan kadaluarsa serta berkordinasi dengan pihak terkait,tidak melakukannya hanya musiman dan acara tertentu semata,” kata Abdul Rani.

Dikatakan Abdul Rani, tujuan diciptakannya Perda nomor 10 tahun 2017, guna memberikan kenyamanan, keamanan, perlindungan, keselamatan dan kepastian hukum ketersediaan produk halal dan higienis bagi masyarakat dalam mengkonsumsi dan meningkatkan produk halal.

“Pengawasan juga sudah diatur dalam Perda khususnya pada BAB III Pasal 4 yang harus dilaksanakan setiap saat secara terencana dan sistematis dengan membentuk tim terpadu dari unsur Pemko, Balai POM, MUI, unsur masyarakat serta instansi,” kata anggota dewan dari partai P-3 itu.

Perda No 10 Tahun 2017 tentang pengawasan serta jaminan produk halal, kata anggota dewan itu, juga mengatur kewajiban bagi setiap pelaku usaha berproduksi secara halal dan higienis, serta mencantumkan informasi label tidak halal untuk produk yang tidak halal dengan jelas, terang dan muda dibaca.

Seperti diketahui, Perda No 10 Tahun 2017 tentang pengawasan serta jaminan produk halal terdiri XII BAB dan 21 Pasal yang ditetapkan di Medan tanggal 1 November 2017 oleh Walikota Medan Dzulmi Eldin dan diundangkan Sekretaris Daerah Kota Medan Syaiful Bahri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00