Larangan Ekspor CPO Dicabut, Pedagang Khawatir Harga Minyak Goreng Melonjak

harga minyak goreng di transmart carrefour.jpg

KBRN, Medan: Presiden Joko Widodo telah mengumumkan pencabutan larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan minyak goreng pada Kamis (19/5/2022) sore. 

Sejak pencabutan aturan itu, harga minyak goreng di sejumlah ritel masih tinggi seperti hari sebelumnya. Demikian dilansir dari Tribun-Medan.co , Sabtu (21/5/2022).

Untuk harga minyak goreng curah Rp16 ribu sampai Rp17 ribu perkilogram, masih belum normal seperti Harga Ecer Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu Rp14 ribu per liter atau Rp15.500,00 per kilogram. 

Sementara harga minyak goreng kemasan paling murah berkisar Rp23.600,00 per liter dan untuk dua liter Rp46 ribu.

Pedagang grosir di Jalan Bunga Raya, Medan, Yana mengaku khawatir soal pencabutan aturan CPO ini.

Yana resah karena khawatir bisa saja harga minyak goreng naik lagi.

"Takutnya setelah diperbolehkan lagi ekspor CPO, minyak goreng akan kembali langka dan mahal," ujarnya kepada Tribun Jumat (20/5/2022). 

Kendati demikian, Jokowi menyebut bahwa meski belum mengalami penurunan harga hingga Rp14 ribu per liter, orang nomor satu di Indonesia itu meyakini harga minyak curah akan terjangkau. 

"Saya meyakini dalam beberapa minggu ke depan harga minyak goreng curah akan makin terjangkau menuju harga yang kita tentukan karena ketersediaannya makin melimpah,” kata Jokowi di kutip dari YouTube Setpres. 

Presiden menambahkan, berdasarkan pengecekan langsung serta laporan yang diterima, ketersedian minyak goreng terus bertambah.  

"Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulannya. Pada bulan Maret, sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan kita hanya mencapai 64,5 ribu ton. Namun setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April, pasokan kita mencapai 211 ribu ton per bulannya, melebihi kebutuhan nasional bulanan kita,” pungkas Jokowi

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar