Kenali Tanda-Tanda Gejala Asam Urat Tinggi dan Cara Pencegahannya

Ilustrasi Asam Urat (Unplash)

KBRN, Medan: Asam urat adalah produk metabolisme protein yang disebut juga sebagai protein purin. Penyakit yang berhubungan dengan asam urat itu dibagi menjadi dua, yaitu asam urat tinggi atau disebut dengan asam urat gout yang tidak menyebabkan apa-apa.  Yang kedua, serangan asam urat, yaitu asam urat masuk ke dalam sendi dan menimbulkan serangan yang membentuk pembengkakan sendi.

Gejala awal asam urat tinggi disebabkan ketika memakan makanan yang memiliki protein tinggi, terutama yang memiliki protein purin maka purin ini akan bermetabolisme menjadi asam urat atau monosiduim urat. Asam urat ini selanjutnya akan di buang melalui ginjal dan melalui urin.

Dilansir dari LineToday, Selasa (28/6/2022), penyebab asam urat seseorang tinggi ada beberapa faktor, sebagai berikut:

Pertama,  asupan asam urat nya terlalu banyak. Kedua,  ginjalnya seseorang yang terkena asam urat bisa jadi rusak dan menyebabkan dirinya tidak dapat mengeluarkan asam urat dengan baik.

Penyebab yang terakhir adalah faktor-faktor genetik.  Pasien yang memiliki genetik atau keturunan asam urat tinggi di keluarganya, maka kemampuan metabolisme purin tidak sebaik orang lain pada umumnya. Tergantung pada kadar asam urat dalam darah, intensitas nyeri yang dihasilkan oleh peradangan bisa bervariasi.

Untuk mencegah atau mengurangi munculnya gejala, tindakan berikut sangat membantu:

  1. Jaga berat badan sehat.  Penurunan berat badan secara bertahap akan mengurangi beban pada sendi, serta menurunkan kadar asam urat. Kekurangan atau penurunan berat badan yang cepat, karena berkurangnya air dalam tubuh dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
  2. Minum 6 hingga 8 gelas air putih setiap hari, ini akan membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah dan membantu pengeluaran nya melalui urin.
  3. Makan makanan yang sehat, rendah lemak dan senyawa purin rendah, seperti roti, nasi, pasta, tahu, tempe, sayuran, cerelas dan produk susu rendah lemak.
  4. Konsumsi daging berlebihan protein hewani yang kaya purine, yaitu jeroan, dan ikan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar