EPZA Apresiasi Vonis Mati Pengendali Sabu 52 KG di PN Medan

KBRN, Medan : Praktisi hukum Sumatera Utara (SUMUT) Eka Putra Zakran SH,MH (EPZA) mengapresiasi vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan kepada terdakwa Khalif Raja dengan pidana mati. Hal ini katakan Epza kepada media pada Kamis (23/9) di Medan.

"Saya gembira dan mengapresiasi vonis mati yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim PN Medan terhadap Khalif Raja, narapidana pengendali peredaran sabu yang menghebohkan itu" ujarnya

Vonis hakim tersebut menurut Epza sudah tepat dan pantas untuk diapresiasi. 

"Terdakwa ini luar biasa, berstatus napi saja pun masih bisa kendalikan peredaran Sabu dari dalam jeruji besi, konon pula jika di luar tahanan, pasti lebih masif. Nah, kalau hukumannya ringan, akan terulang perbuatan yang sama. Makanya saya bilang vonis hakim tersebut sudah tepat" cetusnya.

Khalif Raja Bin Sudasri terpidana di Lapas Kelas 1 Tanjung Gusta Medan ahirnya dinyatakan terbukti bersalah sebagai pengendali narkotika jenis Sabu 52 kg oleh majelis hakim PN Medan.

Majelis hakim menyatakan bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana yang diatur dalam Pasal 114 Ayat 2 jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Adapun bunyi vonis yang dibacakan oleh Hakim Ketua Denny Lumban Tobing pada persidangan Selasa (21/9) di ruang Cakra 9 PN Medan, yaitu menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Khalif Raja dengan pidana mati, karena terbukti mengendalikan sabu seberat 52 kg.

Menurut pertimbangan hakim, hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika dan terdakwa merupakan narapidana. Sementara itu, hal yang meringankan tidak ditemukan.

"Vonis majelis hakim tersebut sama (conform) dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulfia yang juga meminta agar terdakwa dijatuhi hukuman mati. Artinya vonis tersebut menjadi gayung bersambut antara tuntutan JPU dan putusan hakim adalah sama. Sebab itulah makanya saya gembira dan apresiasi penuh, baik terhadap tuntutan jaksa, maupun putusan hakim PN Medan," pungkas Kepala Divisi Informasi dan Komunikasi KAUM itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00