MABIMS Tetapkan Indonesia Jadi Penyelaras Bidang Pendidikan dan Penghayatan Beragama

KBRN, Medan : Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan Indonesia sebagai Negara Penyelaras Bidang Pendidikan dan Penghayatan Beragama. Penetapan itu dilakukan pada pertemuan MABIMS secara virtual, Rabu (8/12/2021). 

“Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menjalankan amanat ini, semoga dalam waktu lima tahun ke depan dapat mencapai outcome yang optimal  yaitu meningkatkan pendidikan dan memperkukuh penghayatan beragama di kalangan negara-negara MABIMS,” kata Wakil Menteri  Agama Zainut Tauhid yang hadir mewakili  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Wamenag Zainut Tauhid berharap pengalaman Indonesia dapat menjadi referensi penting bagi negara MABIMS. Alasannya, Indonesia merupakan negara yang secara geografis terluas, terbanyak dan beragam penduduknya di antara negara anggota MABIMS lainnya. 

“Selain itu, yang tak kalah penting adalah “_flying minutes_” dalam rangka penetapan imkanur rukyah MABIMS terbaru dapat direalisasikan pada tahun ini. Sehingga kriteria tersebut dapat kami gunakan sesegera mungkin pada tahun 2022 mendatang,” ujarnya. 

Ia juga berharap hubungan di antara Menteri MABIMS dapat terjalin lebih akrab. 

“Tidak hanya bertemu dalam forum MABIMS dua tahunan, namun dapat bertemu sewaktu-waktu baik secara bilateral maupun multilateral,” tutur Wamenag.

Dalam pertemuan kali ini juga diluncurkan Buku Rencana Strategik MABIMS tahun 2021-2025. Hadir dalam pertemuan MABIMS 2021 Menteri Hal Ehwal Ugama Negara Brunei Darussalam Pehin Dato Uztaz Haji Badaruddin Othman, Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama) Negara Malaysia Tuan Haji Idris bin Ahmad, dan Menteri Pembangunan Sosial Keluarga, Menteri Kedua Kesihatan dan Menteri Bertanggung Jawab Masyarakat Islam Negara Singapura Encik Masagos Zulkifli bin Masagos Muhammad. 

Turut hadir pula Menteri Senior Penanggung Jawab Misi Khusus Urusan Islam Kerajaan Kamboja Oknha Datuk Dr. Othsman Hassan, para Pejabat Kanan Kementerian Hal Ehwal Agama negara-negara MABIMS, serta Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar