Kue Rasidah, Cemilan Khas Melayu

KBRN, Medan:  Bagi masyarakat Melayu Deli, kue rasidah sudah menjadi salah satu makanan yang begitu digemari. Kue ini hanya dihidangkan pada saat momen tertentu, biasanya pada saat kenduri perkawinan, kenduri khitan, atau bahkan tak jarang juga dijadikan sebagai menu hidangan di Hari Raya.

Kue Rasidah teksturnya lembut, lengket, bertabur bawang goreng.dan rasanya manis.  Adapun bahan utama dari kue Rasidah yakni tepung, gula, minyak, garam dan bawang. Simpel bahannya, tapi proses masaknya tidak sesederhana itu.  Adonan tepung terigu dimasak selama 3 jam dengan api kecil.  Proses masaknya mirip dodol.

Kue Rasidah masih jadi hidangan wajib pada perayaan besar suku Melayu seperti di acara ‘mebat’ sebuah tradisi di pernikahan bangsawan Melayu.

Konon di meja hidangan istana Melayu, kue Rasidah jadi simbol yang bermakna agar orang istimewa yang mengonsumsinya bisa berlaku pandai dalam hidup, memunculkan petunjuk, mampu menghalau rasa dengki dan juga melambangkan adat resam Melayu yang berpadu dan tak bisa dipisahkan dari ajaran agama Islam.

Demikianlah sejatinya sebuah makanan bermakna dan berproses, karena akan masuk ke dalam perut, dicerna dan mengalir ke darah, menjadi tenaga dan pikiran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00