Mengenal Cimpa Kue Manis Menggugah Selera Khas Suku Batak Karo

KBRN.Kabupaten Karo: Bagi suku Batak Karo, cimpa tidak pernah asing dan sering dihidangkan di berbagai acara. Beberapa dari kita mungkin belum mengenal makanan khas hawa sejuk di kawasan Sumatera Utara ini.

Rasa cimpa yang manis dan gurih menjadi ciri khas pada makanan ini tanpa meninggalkan filosofi yang terkandung pada pembuatannya.

Masyarakat pada umumnya hanya mengenal satu jenis cimpa, yakni cimpa unung-unung. Hal itu tidak salah karena makanan itu kerap disajikan pada acara suku Karo. Cimpa unung-unung sendiri terdiri dari beras ketan, gula merah, dan isi parutan kelapa.  ujar S.Tarigan  Selasa ( 19/10/21 )

Selain cimpa unung-unung, dikenal lagi beberapa jenis cimpa yang lain seperti cimpa tuang yang dimasak dengan cara digoreng, cimpa matah yang hanya dicampur beberapa bahan tanpa perlu dimasak, cimpa bohan yang dimasak menggunakan bambu, dan cimpa gulame yang dibentuk seperti bubur. Semua bahan tersebut sama hanya saja cara penyajiannya berbeda.

Sejatinya, cimpa ini dihidangkan pada saat Merdang Merdem atau disebut pesta panen khas suku Batak Karo. Cimpa ini biasanya dihidangkan pada saat hari keenam Merdang Merdem. Sejak pergeseran zaman, Merdang Merdem dipersingkat dua hari dan pada hari pertama, makanan ini sudah bisa dihidangkan.

Selain Merdang Merdem, beberapa acara adat juga menyajikan cimpa seperti pernikahan, musyawarah atau disebut juga perpulungan, dan acara adat kematian. Tidak hanya pada saat acara adat, cimpa juga dapat disajikan sebagai camilan seperti cimpa matah dan gulame yang jarang dihidangkan pada saat acara adat suku Batak Karo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00