Akulturasi Budaya Meksiko dalam Sajian Kuliner Amerika

wakil konsul amerika untuk sumatera, jessica chesbro, dalam demo memasak quesadilla.jpg

KBRN, Medan: Konsulat Amerika Serikat di Medan memperkenalkan kuliner quesadilla (baca:kesediyaa),sebagai contoh akulturasi budaya Meksiko dalam sajian kuliner Amerika.

Amerika Serikat memilik beragam kuliner yang menjadi favorit warga Indonesia. Umumnya kuliner khas Negeri Paman Sam itu dengan mudah dijumpai di beberapa restoran di Indonesia, khususnya di Medan, seperti hotdog, sandwich, burger, ayam goreng tepung, kentang goreng, dan pizza.  Selain itu, sejumlah kuliner Amerika yang mendapat pengaruh dari kuliner khas Mexico, familiar bagi warga lokal yaitu taco, burrito, dan quesadilla.

Dalam satu kesempatan demo masak pada Jumat (20/5/2022) di Medan, Wakil Konsul  Amerika Serikat, Jessica Chesbro, mendemonstrasikan cara memasak quesadilla.  Menurutnya hidangan quesadilla sangat terkenal di Amerika dan sudah mendunia,biasa disajikan sebagai hidangan ringan saat makan siang atau makan malam. Bahan dasar quesadilla adalah lembaran tortilla gandum.

Hidangan ini disajikan dengan topping keju, dan dua macam saus, yakni  saus guacamole berbahan dasar alpukat, bawang bombay, bawang putih, dan sari lemon, dan saus salsa yang berbahan dasar tomat,bawang bombay, bawang putih, cabai, daun ketumbar dan sari lemon. Bahan baku dan cara memasak yang sederhana dipandang tidak merusak kesehatan.

"Amerika Serikat memiliki banyak hidangan yang berasal dari kuliner Meksiko, seperti quesadilla,dengan guacamole  dan salsa.  Hidangan ini merupakan bukti perpaduan budaya di  Amerika Serikat. Selain itu. Saus guacamole dan salsa merupakan makanan sehat. Alpukat sebagai  salah satu bahan,mengandung lemak yang menyehatkan. Saus salsa juga mengandung sayuran segar yang bernutrisi. Kami berharap kuliner ini menginspirasi kita semua untuk berkreasi dalam penyajian makanan sehat," ungkap Jessica.

Demo memasak di salah satu restoran di Medan itu dihadiri oleh sejumlah alumni Amerika. Rizal Nur,alumni program IVLP, mengatakan penyajian quesadilla jikan disesuaikan dengan lidah Indonesia maka akan lebih mudah diterima.

"Dia pake salsa, kurasa bagi kita orang Indonesia kurang pedas ya. Mungkin cabenya disesuaikan aja, cabe rawit atau cabe caplak lebih nendang kali ya.  Untuk sekali sekali boleh, seringkali ndak, karena lidah kita untuk campuran pokat dengan jeruk, tidak sesuai dengan lidah kita.  Tapi untukpengalaman bagus,” kata Rizal.

Sementara, Jessica   Triadi, mengaku baru pertama kali mencicipi quesadilla, dan merasakan sensani unik saat mencicipinya.

“Dia itukan crispy di bawahnya tapi topping beragam, di alpukatnya. Aku cocok, walaupun ada yang aneh ya di rasa jeruknya, agak asam, karena kita di Indonesia itu kan jarang merasakan yang asam, biasanya yang gurih,” ungkap Jessica.

Akulturasi budaya membuat kuliner Amerika kaya akan ragam, baik jenisnya maupun cita rasanya. Di meja makan, kita menemukan bahwa keragaman yang bersanding dan berpadu secara harmoni bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memanjakan lidah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar