Supir Wampu Mini Dihukum 13 Tahun Penjara

Teks foto Hakim saat membacakan putusan terdakwa Karto Manalu.

KBRN, Medan: Supir Wampu Mini Trayek 123, Karto Manalu dihukum selama 13 tahun penjara oleh Majelis Hakim yang diketuai Sapril Batubara dalam persidangan di Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan.

"Menjatuhkan terdakwa Karto Manalu dengan pidana penjara selama 13 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," kata hakim, Selasa (28/6/2022).

Ia terbukti bersalah karena mengemudikan Angkutan Penumpang Wampu Mini dalam mengkonsumsi sehingga mengabaikan keselamatan penumpang. Akibatnya empat penumpang tewas karena kenderaan minibus yang dikemudikannya menerobos palang perlintasan KA di Jalan Sekip, Medan, pada 4 Desember 2021 lalu.

Masih dalam putusan tersebut, Ketua Majelis Hakim juga mencabut l Surat Izin Mengemudi (SIM) atas nama terdakwa Karto Manalu.

“Perbuatan terdakwa Karto Manalu melanggar Pasal 311 Ayat 4, 5 UU Nomor 22 Tahun 2006 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Pasal 127 Ayat 1 huruf A UU Nomor 35 Tahun 2001 tentang Narkotika,” pungkasi Karto Manalu.

Sebelum menjatuhkan hukuman, Majelis hakim mempertimbangkan  hal yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa mengakibatkan kematian dan belum ada perdamaian dengan para korbannya. Sedangkan yang meringankan terdakwa terus terang dan mengakui perbuatannya.

 Atas putusan hakim tersebut, JPU dan terdakwa mengatakan pikir-pikir, di mana sebelumnya menuntut 16 tahun penjara terdakwa yang warga Dusun XIV, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang itu.

Perkara ini berawal pada Sabtu 4 Desember 2021 sekira pukul 10.00 WIB saat terdakwa Karto Manalu warga Dusun XIV, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang itu  mengemudikan angkot Wampu Mini trayek 123.

Ia berangkat dari pangkalan Wampu Mini 123 di Jalan Bunga Ncole tak jauh dari RS H Adam Malik Medan dengan tujuan mengantar penumpang ke pangkalan Wampu Mini 123 di Jalan Kayu Putih, Simpang Mabar. Dari pangkalan Wampu Mini 123 di Jalan Kayu Putih, Simpang Mabar, Karto Manalu kemudian kembali beroperasi mencari penumpang dengan tujuan kembali ke pangkalan di Jalan Bunga Ncole.

Namun tiba di Jalan Barakuda simpang Tol Tanjung Mulia, Karto melihat teman-temannya sedang duduk-duduk di warung tuak. Ia pun singgah di warung tuak tersebut lalu meminta tuak setengah botol air mineral ukuran kecil. Setelah itu Karto mengendarai angkotnya mencari sewa sambil meminum tuak.

Saat melintas di Jalan Sekip tepatnya ke arah Jalan Gereja, Karto melihat banyak kendaraan berhenti karena ada kereta api hendak melintas. Meski melihat palang perlintasan kereta api sudah turun, Karto nekat memaksakan angkotnya melewati kendaraan-kendaraan yang sudah berhenti tersebut untuk berusaha menerobos palang perlintasan.

Nahas, begitu angkotnya berupaya menerobos palang perlintasan, tiba-tiba kereta api dari arah Binjai muncul dan langsung menabrak bagian kiri angkot.

Kerasnya hantaman kereta api membuat para penumpang terhempas keluar dari angkot. Akibat aksi ugal-ugalan Karto tersebut, empat penumpang meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya luka-luka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar