Kurir 25 kg Sabu Dituntut Mati

Usai membacakan tuntutan maka majelis hakim menunda persidangan selama sepekan untuk pembelaan. (AC)

KBRN, Medan: Setelah mengalami penundaan dalam pembacaan tuntutan, akhirnya Iswandi Siahaan dituntut mati oleh penuntut umum, Liani Elisa Pinem SH dalam persidangan yang berlangsung di Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (28/6/2022).

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Abdul Qadir, penuntut umum menyatakan terdakwa terbukti bersalah membawa 25 kg dari Tanjung Balai menuju Medan.  

“Untuk perkara ini terdakwaPasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika pada dakwaan primair, semua bermula dari informasi yang diperoleh Tim Ditresnarkoba Poldasu tentang adanya transaksi narkoba, ” kata Abdul.

Jaksa menerangkan saksi Iswandi bersama Junimantua Siallagan dan Hendra Gunawan Ginting yang merupakan personel Ditresnarkoba Poldasu menyebutkan dirinya melakukan penangkapan terhadap terdakwa dikawasan SPBU Arteri  Jalan Arteri Kelurahan Sirantau Datuk Bandar Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai saat mengisi bahan bakar pada 17 Maret 2022.

Pada sidang itu, saksi menyebutkan terdakwa mengaku mendapatkan pekerjaan dari Asro alias Sapuluh (lidik,red) untuk membawa sabu ke Medan.

Kemudian, terdakwa dihubungi oleh Mr. X (dalam penyelidikan) yang merupakan teman Asro dan menanyakan tawaran pekerjaan tersebut. Terdakwa lalu diminta Asro untuk datang ke rumahnya di Jalan Sei Lendir Kecamatan Sungai Payang Kabupaten Asahan.  Selanjutnya, terdakwa diberikan upah senilai Rp900 ribu sekaligus menyewa kendaraan untuk membawa sabu ke Kota Medan.

Lalu, terdakwa menjemput sabu-sabu yang telah dimasukkan ke dalam tiga buah karung. Kemudian, terdakwa bersiap berangkat menuju Kota Medan. Namun, saat mengisi BBM di SPBU Jalan Arteri Kelurahan Sirantau Datuk Bandar, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, terdakwa dihampiri personel dari Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara.

Selanjutnya, terdakwa langsung ditangkap beserta sabu-sabu yang dibawanya seberat 25 kilogram. Berdasarkan keterangan terdakwa, sabu-sabu itu diterima dari Baba atas perintah Asro dan Mr. X untuk dibawa ke Kota Medan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar