Ratusan PMI Ilegal Tujuan Kamboja Diduga Direkrut Melalui Online

KBRN, Medan: Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara terus mendalami terkait rekrutmen 215 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, yang diduga akan bekerja disebuah perusahaan judi online di Kamboja.

"Mobilisasi keberangkatan masih terus dikembangkan (Polda Sumut)," sebut Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sumut, Siti Rolijah saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu malam.

Siti mengungkapkan ratusan PMI Ilegal ini, berusia 20 tahun hingga 30 tahun. Mereka juga paham tentang IT. Sehingga mereka mendapatkan tawaran bekerja judi online. Kemudian, diduga rekrutmen juga dilakukan secara online. Siti menduga rekrutmen secara online ratusan PMI ilegal itu, dilakukan langsung di Kamboja. Namun, ia mengatakan perlu pendalaman penyeledikan dilakukan pihak kepolisian. 

"Istilahnya mereka ini, di rekrut online saya amati. Mereka (PMI ilegal), kita duga paham IT. (rekrutmen) mainnya tidak administrasi tapi dunia maya. (rekrutmen) bisa jadi langsung dari Kamboja," tutur Siti.

Ratusan PMI ilegal itu, diamankan di Bandara Kualanamu Internasional Airport, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat malam, 12 Agustus 2022.

"Mengarah kalau dugaan perwakilan kita dan Kementerian Luar Negeri, diduga mereka dan terindikasi dipekerjakan seperti Casino dan judi online," ucap Siti.

Saat diamankan, Siti mengungkapkan ratusan PMI ilegal tersebut, hanya dilengkapi paspor saja. Tidak ada visa sebagai tenaga kerja. "Pastinya, mereka dilengkapi dokumen perjalanan paspor. Cuma paspor, visa kerja mereka tidak ada," jelas Siti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar