Di Bawah Kendali Narkoba, Supir Angkot Di Medan Resmi Tersangka

KBRN, Medan: Kepolisian Polrestabes Medan akhirnya menetapkan supir angkutan Umum berinisial HM sebagai tersangka, akibat kelalaiannya menerobos palang pintu Kereta Api (KA), sehingga menyebabkan 4 penumpang tewas dalam insiden kecelakaan pada 4 Desember lalu. HM juga dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu, setelah dilakukan tes urine terhadap HM (43).

Sebelumnya, sebuah angkot dikendarai oleh HM ditabrak kereta api di perlintasan kereta api di Jalan Skip, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sabtu sore, 4 Desember 2021.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, HM sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kecelakaan maut tersebut.

"Hasil pemeriksaan rumah sakit dan pemeriksaan test urine, bersangkutan positif mengkonsumsi narkoba dengan jenis sabu-sabu. Dimana, urinenya mengandung zat Methamphetamine kandungan di dalam sabu-sabu," jelas Hadi, Senin (6/12/2021).

Hadi tidak membantah, bahwa HM mengemudikan angkot dalam pengaruh narkoba. Sehingga, tidak dapat mengendalikan kenderaan bermotornya dengan baik dan terjadi kecelakaan maut tersebut. "Iya betul (dalam keadaan pengaruh narkoba jenis sabu-sabu)," tutur perwira melati tiga itu.

Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan bahwa tersangka HM saat diperiksa penyidik positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. "Yang bersangkutan (tersangka) juga mengakui sudah 3 tahun ini menggunakan narkoba khususnya jenis sabu-sabu dan hasil tes urine yang bersangkutan positif metamfitamine," kata Riko.

Riko menuturkan bahwa tersangka sebelum berangkat membawa penumpang angkot tersebut juga sudah mengkonsumsi minuman beralkohol saat berada di pangkalan. 

"Saat dipangkalan sebelum berangkat jalan tersangka juga mengakui bahwa sudah mengonsumsi minuman beralkohol (tuak) dengan rekan-rekan sesama sopir. Dan untuk sabu-sabu yang bersangkutan mengakui bahwa 4 hari sebelum kejadian yang bersangkutan juga mengonsumsi sabu-sabu," ungkap Kapolrestabes. 

Riko menambahkan, akibat peristiwa itu ada 4 orang penumpang yang tewas. Tiga korban yang tewas sudah diserahkan kepada pihak keluarga. "Satu lagi (Mr. X), petugas masih mendalami. Karena, belum diketahui identitasnya. Sedangkan, yang lain (tiga korban tewas) sudah diserahkan kepada ke keluarganya," kata Hadi.

Atas perbuatannya, tersangka HM dijerat dengan pasal 311 ayat (5), sebagaimana dimaksud pada ayat (4) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 24 miliar. HM juga dijerat dengan Pasal 310 ayat (4). Dalam pasal ini, dijelaskan dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.Dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp12 miliar. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar