Hasil PSU Pilkada Tiga Kabupaten di Sumut Tunggu Putusan MK

KBRN, Medan : Tiga KPU kabupaten di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pilkada di tiga daerah tersebut, pasca dilakukannya pemungutan suaran ulang (PSU) beberapa waktu lalu.

Diketahui MK memerintahkan penghentian semua tahapan setelah tahapan rekapitulasi hasil PSU di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan (Labusel) sehubungan dengan adanya sengketa pasca PSU di tiga daerah tersebut.

Ketua KPU Labuhanbatu Wahyudi mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu putusan MK terkait sengketa tersebut.

“Prinsipnya KPU Labuhanbatu hari ini menunggu putusan MK, apapun putusan MK akan kita tindaklanjuti. KPU Labuhanbatu patuh dengan putusan MK,” kata Wahyudi saat dihubungi RRI, Senin (24/5/2021). 

Ia menuturkan, saat ini tahapan yang diakui oleh MK adalah sampai  dengan rekapitulasi penghitungan suara pasca PSU. 

“Untuk (tahapan) selanjutnya menunggu putusan MK,” ungkapnya.

Sebelum adanya ketetapan dari MK terkait penghentian tahapan pasca rekapitulasi penghitungan suara PSU, KPU Labuhanbatu telah penetapan paslon terpilih pada 2 Mei 2021. Namun dengan adanya ketetapan MK tersebut, maka KPU Labuhanbatu akan menunggu keputusan selanjutnya.

“Prinsipnya kami menunggu putusan MK apapun putusannya. Dan hari ini KPU Labuhanbatu tidak melakukan hal-hal lain selain menunggu,” pungkasya.

Hal senada disampaikan Ketua KPU Kabupaten Madina, Fadhillah Syarief. Ia menjelaskan, dengan adanya ketetapan MK tersebut, maka tahapan selanjutnya tidak bisa dilaksanakan hingga keluarnya putusan MK.

“Karena kan proses sampai hari ini untuk Madina lagi digugat oleh paslon nomor 2 pasca PSU. Jadi oleh hakim MK menetapkan saat sidang kedua kemarin bahwa proses tahapan selanjutnya tidak bisa lagi dilanjutkan, sampai nanti keluar putusan dari MK terkait permohonan pemohon yang sekarang lagi diproses oleh MK,” ujarnya. 

Ia menuturkan, sebelum adanya ketetapan MK untuk penundaan tahapan, KPU Kabupaten Madina sudah sampai pada tahapan penetapan calon terpilih dan sudah menyampaikan hasil penetapan tersebut kepada DPRD Madina untuk diparipurnakan. Bahkan DPRD Madina sudah menggelar paripurna untuk pengajuan pelantikan kepala daerah terpilih ke Mendagri melalui Gubernur Sumut.

“Untuk proses pelantikannya sebagaimana ketetapan MK tidak bisa dilaksanakan sampai nanti selesai dulu proses putusan gugatannya. 

Kalau KPU hanya sampai proses penetapan pasangan terpilih,” pungkasnya. 

Sebelumnya, KPU Labuhanbatu menetapkan pasangan Erik Atrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar sebagai Bupati dan Wakil Bupati hasil Pilkada tahun 2020 pada Minggu (2/5/21). Hasil penetapan ini kemudian digugat oleh pasangan Andi Suhaimi Daliminthe-Faizal yang kalah setelah PSU.

Sementara KPU Madina telah menetapkan pasangan Jakfar Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal terpilih tahun 2020, Senin (3/5/21). Jakfar-Atika berhasil mengalahkan Bupati petahana Dahlan Hasan Nasution yang berpasangan dengan Aswin setelah PSU 3 TPS pada 28 April lalu. Dahlan-Aswin kemudian menggugat hasil penetapan ini ke MK.

Sementara KPUD Labusel telah menetapkan pasangan H Edimin-Ahmad Padli sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Labusel terpilih. Penetapan ini lalu digugat oleh pasangan Hasnah Harahap-Kholil Jufri Harahap ke MK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00