FPKS: Target Capaian RPJMD Sumut Terlalu Rendah

KBRN, Medan : Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Sumut menilai target capaian RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Sumut 2019-2023 setelah perubahan terlalu rendah dan tidak mencerminkan optimisme.

"Padahal, optimisme sangat diperlukan guna memunculkan semangat bekerja keras, nantinya bisa memaksimalkan kinerja pemerintah," ujar juru bicara FPKS DPRD Sumut Hanafi saat menyampaikan pandangan umum fraksi tentang Ranperda Perubahan Perda No 5 tahun 2019 tentang RPJMD Provsu 2019-2023, pada rapat paripurna di gedung dewan, Senin (15/11/2021).

Dia menyebutkan, secara umum FPKS memahami adanya penyesuaian terhadap target capaian tersebut, tapi beberapa diantaranya terlalu rendah. Diantaranya dibidang pendidikan, target tata-rata lama sekolah ditahun 2023 turun dari 10,5 tahun menjadi 9,97 tahun. 

Demikian halnya harapan lama sekolah turun dari target sebelum perubahan 14,42 tahun di 2023 menjadi 13,46 tahun. 

"Menurut kami target capaian ini terlalu rendah," ujarnya minta penjelasan Gubsu terkait hal itu.

Jubir FPKS ini juga minta penjelasan Gubernur terkait target capaian dibidang politik. Ditahun 2023 untuk indikator indeks demokrasi 66,33, turun jauh dari target semula sebelum perubahan yaitu 70,00. Target ini lebih rendah dibanding realisasi tahun 2019 yaitu 77,65. Hal ini jelas suatu kemunduran.

Kemudian dibidang lingkungan hidup, dengan indikator indeks  kualitas lingkungan hidup menurun drastis dari 72,70 menjadi 69,48, bahkan indikator kualitas air menurun dari 82,00 menjadi 53,91.

Demikian halnya dibidang ekonomi, salah satu indikator yang jadi perhatian, PDRB per kapita di dalam perubahan RPJMD target capaian turun dari Rp71 juta menjadi Rp61 juta. 

"Menurut pemahaman kami, target ini terlalu rendah, karena sektor perkebunan sektor yang dapat bertahan di masa pandemi covid-19, bahkan Sawit sebagai komoditas unggulan Sumut dua tahun terakhir terus menikmati kenaikan harga. Kami minta penjelasan Gubsu terkait hal itu semua," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar