Perketat Pengawasan, Bawaslu Sumut Gelar Sekolah Kader di 10 Daerah ​​​​​​​

KBRN, Medan: Demi meningkatkan kualitas pengawasan pada tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara melaksanakan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) di kabupaten/ kota. Ini merupakan program turunan dari Bawaslu RI, guna meningkatkan peran masyarakat dalam mengawasi proses tahapan Pemilu.

Di Sumut sendiri terpilih 10 daerah yang turut mengikuti sekolah kader, diantaranya Medan, Deli Serdang, Asahan, epmatangsiantar, Simalungun. Kemudian Dairi, Samosir, Humbahas, Tapanuli Utara, dan Toba.

Kordiv Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sumut, Suhadi Sukendar Situmorang mengatakan, untuk meningkatkan partisipasif dalam pengawasan pemilu, peran aktif dari masyarakat sangat penting. Maka, melalui program Pusat pengembangan pendidikan pengawasan dan partisipatif, sekolah kader menjadi salah satu jalan.

“Tahun 2021 ada 304 kabupaten/ kota di Indonesia yang dilibatkan Bawaslu RI untuk ikut SKPP yang dilaksanakan di 100 titik. Dari seratus titik itu, di Sumut ada 2 titik pelaksanaannya yang diikuti 10 kabupaten/ kota,” ujar Suhadi saat konferensi pers di Kantor Bawaslu Sumut, Senin (6/12/2021).

Lebih lanjut dikatakan Suhadi, sekolah kader dilaksanakan di daerah yang memang dinilai rawan terjadinya konflik saat Pemilu, salah satunya potensi yang berujung pada Pemungutan Suara Ulang (PSU). Kemudian indeks kerawanan pemilu hingga adanya kampanye tidak sehat.

“Awalnya Madina, Labusel, Labuhanbatu, dan Paluta kita libatkan dalam titik kedua. tapi, setelah masukan Bawaslu RI bahwa daerah ini jangan dahulu dimasukkan karena tiga dari empat kabupaten tersebut diperintahkan oleh MK untuk lakukan PSU,” ujarnya.

Selain SKPP, Bawaslu juga telah persiapkan program tahun 2022 terutama dalam menyongsong tahapan pemilu 2024. Diantaranya meninndaklanjuti kerja sama dengan 10 Universitas di Medan, peningkatan pendidikan pengawasan di lingkungan kampus. Kemudian pengembangan kampung pengawasan, pengembangan forum warga, pengumpulan data indeks kerawanan pemilu, serta pengawasan pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.

Seperti diketahui, SKPP tingkat provinsi Sumut dilaksanakan dalam tiga tingkatan. Tingkatan pertama adalah SKPP tingkat dasar yang diikuti 176 peserta yang pelaksanaannya pada 27 Agustus hingga 11 September. Kemudian SKPP tingkat menengah diikuti 50 orang yang berlangsung 8 Oktober – 24 Oktober. Tingkatan terakhir SKPP tingkat lanjut (nasional), yang mana Sumut mengirimkan 5 peserta hasil seleksi provinsi untuk mengikuti SKPP di Bogor pada 13-30 November lalu. (Joko Saputra)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar