FOKUS: #PPKM MIKRO

Kota Padang Pembersihan Gelandangan dan Pengemis Palsu

Pembersihan gelandangan dan pengemis palsu jelang Lebaran 2021 (Dok. Istimewa)

KBRN, Bukittinggi: Pengemis dan gelandangan tidak dibenarkan melakukan aktivitas di trotoar kantor Gubernur Sumatera Barat, sepanjang jalan protokol Sudirman.

Hal ini dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku, sehingga bagi yang tidak mengacuhkan dan bandel akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Demikian disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasat Pol PP) Provinsi Sumatera Barat Dedy Diantolany seusai rapat Rapat koordinasi penyandang masalah kesejahteraan sosial terkait gelandangan dan pengemis di kawasan trotoar kantor gubernur serta kawasan protokol lainnya di kota Padang, seperti dikutip RRI Padang, Selasa (4/5/2021).

Kasat Pol PP juga mengatakan akan melakukan pemantauan dan pengawasan awal serta sosialisasi kepada masyarakat yang tersangkut masalah yang menjadikan diri gelandangan dan pengemis untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang ketentuan perda.

"Satpol PP dan dinas sosial provinsi bersama kota Padang akan melaksanakan pengawasan langsung hari ini dimulai pada pukul 14:00 wib tanggal 4 Mei 2020, langkah pertama dengan memberikan himbauan untuk tidak mengemis,” ujarnya.

Dedy Diantolany  menyampaikan, penertiban ini sesuai perda nomor 5 tahun 2020 tentang ketentraman dan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

"Perbuatan menjadikan diri gelandangan dan pengemis dapat diancam dengan pidana kurungan dan denda, serta masyarakat yang memberi kepada gelandang dan pengemis juga dapat diancam pidana," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat, Jumadi juga menyebutkan, sesuai data dari dinas sosial kota Padang telah di data 74 orang tahun 2020, kebanyakan yang melakukan kegiatan mengemis adalah pendatang dari luar kota Padang.

"Hubungan sebab akibat juga datang dari masyarakat yang terlalu gampang memberi uang di jalanan, sehingga mereka jadi keseringan," ujarnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00