FOKUS: #PPKM MIKRO

Bupati Kolaka Timur Tiba di Gedung KPK

Bupati Kolaka Timur AMN (tengah berhijab) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (22/9/2021). KPK mengamankan Bupati Kolaka Timur AMN bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur AN dan empat orang lainnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (21/9) malam dengan barang bukti sejumlah uang tunai. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

KBRN, Jakarta: Bupati Kolaka Timur, AMN, bersama lima pihak yang diamankan dalam kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kolaka Timur, tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Rabu (22/9/2021) malam.

Pantauan RRI.co.id, mereka tiba pukul 18.34 WIB, dan dipastikan, semua yang dibawa merupakan pihak-pihak yang terjaring OTT.

Tidak ada satu pun pihak yang berkomentar terkait operasi tangkan tangan tersebut.

Mereka semua langsung masuk ke dalam ruang penyidik KPK di lantai II.

Semuanya kembali diperiksa lagi terkait tangkap tangan yang terjadi pada Selasa, 21 September 2021, malam.

KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan tersangka dalam kasus ini.

BACA JUGA: OTT Kolaka Timur, Sejumlah Uang Diamankan

Operasi senyap itu dijamin dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Plt jubir KPK Ali Fikri mengatakan, sejumlah uang diamankan dan dijadikan barang bukti.

"Dalam kegiatan tangkap tangan dimaksud juga diamankan sejumlah uang tunai sebagai barang bukti," kata Plt juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis yang diterima RRI.co.id di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Namun, Ali belum mau menjelaskan total uang yang dibawa penyidik dari Kolaka Timur bersama para pihak yang terjaring.

Uang itu akan dihitung lagi saat mereka tiba di markas KPK.

"Saat ini para pihak dalam perjalanan menuju Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK," ujar Ali.

BACA JUGA: OTT di Kolaka Timur, KPK Amankan Bupati

Selain Bupati Kolaka Timur, AMN, lima orang lainnya yang terdiri dari Kepala BPBD dan para Ajudan Bupati Kabupaten Kolaka Timur,  ikut tertangkap dalam operasi senyap itu.

Lembaga antirasuah punya waktu 1x24 jam untuk menentukan tersangka dalam kasus tersebut.

Ali menjelaskan, bahwa tim KPK mengamankan AMN terkait adanya laporan masyarakat berupa suap.

"Ini merupakan tindak lajut dari laporan masyarakat, berupa tindak pidana korupsi berupa pemberiaan dan penerimaan uang atau biasa disebut suap," jelas Ali. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00