Berikut Kronologi Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Baru selesai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Gas, kini mantan Gubernur Sumatera Selatan, AN, dan eks Bendahara Umum Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya, MM, lagi-lagi masuk dalam penetapan sebagai tersangka untuk kasus proyek pembangunan Masjid Raya Sriwijaya (Dok. Antaranews/AntaraFoto)

KBRN, Jakarta: Kejaksaan Agung mengungkapkan kronologi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan Masjid Sriwiajaya Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kasus itu kemudian menetapkan mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) 2008-2013 dan 2013-2018, AN, bersama MM, eks Bendahara Umum (Bendum) Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya, serta mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumatera Selatan, LPLT.

Perkara ini terjadi saat Pemerintah Daerah (Pemda) Sumsel menyalurkan dana hibah kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya untuk pembangunan Masjid Sriwijaya. 

Pada tahun 2015, dana APBD dikucurkan sebesar Rp50 Miliar, yang kemudian berlanjut dua tahun kemudian dengan kucuran Rp80 Miliar.

Rancangan Masjid Raya Sriwijaya (Dok. Istimewa)

“Penganggaran dana hibah tersebut tidak sesuai prosedur peraturan perundang-undangan. Tidak melalui pengajuan proposal dari yayasan sebagai penerima. Hanya mendapat perintah AN selaku gubernur,” ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam konpers secara daring di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Rabu (22/9/2021).

Selain itu, Yayasan tersebut juga diketahui tidak beralamat di Kota Palembang, melainkan di Jakarta.

BACA JUGA: Setelah Gas, AN Tersangka Lagi Pembangunan Masjid

Lahan yang awalnya disebut milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel secara utuh, namun sebagian ternyata dimiliki masyarakat.

“Pembangunan Masjid Raya Palembang tersebut juga tidak selesai,” tutur Leonard.

Adapun ketiga tersangka telah dilakukan penahanan sebelumnya.

Mereka adalah AN dan MM, yang merupakan tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembelian gas bumi oleh PDPDE.

Keduanya ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

“Dan juga tersangka LPLT berstatus terpidana pada kasus dugaan penyelewengan dana hibah dan bansos Sumatera Selatan APBD 2013. Saat ini Rutan Kelas 1 Pakjo Palembang,” ucap Leonard.

Perbuatan tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU PTPK jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Subsider pasal 3 jo 18 uu PTPK jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00