Kejari Panggil Sejumlah Saksi Dugaan Mark -Up Singkil - 3

Saat proses penyitaan lspmn

KBRN, Singkil : Proses penanganan kasus dugaan Mark-Up pengadaan Kapal Motor Singkil-3 di Kabupaten Aceh Singkil terus berlanjut. Kejaksaan Negeri  (Kejari) Singkil mulai memanggil sejumlah saksi untuk memperoleh data.Selasa (21/09/2021).

Hal tersebut dibenarkan Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil, melalui Kasie Intel. Edi Suhadi. Selasa (21/09/2021)

" Setelah melakukan tahapan pemeriksaan saksi, selanjutnya tim akan menghitung apakah ada indikasi kerugian negara atau tidak," Sebut Edi Suhadi

Salah satu saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan, Kepala Bagian ULP Kabupaten Aceh Singkil.  Tujuan Bagian ULP ini di panggil, guna menyampaikan dan penjelasan terkait proses tender proyek pengadaan kapal motor Singkil-3 pada tahun 2018 kepada penyidik.

" Pihak terkait akan kita panggil, " Tambahnya

Sementara itu, Selasa (21/09/2021). Terlihat seusai melakukan registrasi online pengisian buku tamu diruang pelayanan Kejari Aceh Singkil. Kabag ULP Aceh Singkil, Bambang juga sempat mengaku kedatangan dirinya ke Kejari Singkil, bertujuan memenuhi panggilan Kejaksaan untuk memberikan keterangan terkait indikasi Mark- UP pengadaan Kapal Singkil-3.

Kemudian sejumlah saksi lain yang di mintai keterangan tentang dugaan Mark -Up Kapal Singkil-3. Pihak dari  Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Singkil.

Hal itu diakui Malim Dewa, kepada RRI saat melakukan konfirmasi tentang dilibatkanya mereka sebagai saksi.

" Sebatas saksi kita juga telah di panggil," Kata Malim Dewa 

Lebih lanjut informasi yang berhasil dihimpun, saksi lain  yang nantinya diwacanakan untuk dipanggil tim penyidik Kejari Aceh Singkil dalam memperoleh sejumlah data dugaan Mark-Up pengadaan KMP Singkil-3. Selain PPTK dan pihak rekanan (pemenang tender) juga di mintai keterangan.

Sebelumnya, selain memanggil sejumlah saksi terkait dugaan Mark-Up pengadaan Kapal Motor Singkil-3 tersebut. Tim penyidik Kejari Aceh Singkil, juga telah melakukan penyitaan satu unit kapal penumpang dari Disparpora dan diserahkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Singkil. Guna dan tujuan, untuk mempermudah proses penyidikan. Serta mengamankan kapal sebagai barang bukti (BB). (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00