Pengeroyokan Bersenpi, Oknum DPRD Kota Tangerang Dipolisikan

Ilustrasi
Surat Pelaporan

KBRN, Tangerang: Oknum anggota DPRD Kota Tangerang, Epa Emilia bersama rekannya Pabuadi dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota, Senin (20/9/2021). 

Diduga keduanya melakukan penganiayaan dan pengeroyokan dengan menggunakan senjata api (senpi) terhadap Jopie Amir. 

Hal itu tertuang dalam bukti tanda laporan bernomor : LP/B/1034/IX/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya. 

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim saat konfirmasi terkait hal tersebut mengaku belum mengetahui ihwal laporan itu. "Belum monitor bang. Saya cek dulu yah," kilahnya kepada rri.co.id, Rabu (22/9/2021). 

Dihubungi terpisah, Jopie Amir juga enggam berkomentar. Dia mengatakan, menyerahkan kasus tersebut ke penasihat hukumnya. "Saya lagi istirahat. Haduh sorry (maaf, Red). Ke penasihat hukum saya saja. Aduh nggak enak, nanti saja nanti," pungkasnya. 

Informasi yang dihimpun rri.co.if, peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/9/2021) di Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten. 

Dalam laporan polisi, korban (Jopie Amir) menyebutkan Eva Emilia bersama seorang rekannya seorang pria bernama Pabuadi melakukan pengeroyokan kepadanya. 

Mulanya, Eva Emilia yang juga anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PDI Pernuangan meminta tolong korban untuk dicarikan tempat membuat interior. Eva Dmikia lalu memberikan uang kepada korban senilai Rp225 juta. 

Selanjutnya korban mendapatkan tempat pembuatan interior dan melakukan kesepakatan dengan membayarkan Rp175 juta. 

Tetapi, korban hanya membayarkan uang sebesar Rp150.juta ke pekerja interior,  dengan alasan jika pekerjaan rampung akan dibayar full sisanya Rp25 juta. 

Lantaran kecewa pekerjaan itu belum rampung hingga waktu yang ditentukan, Eva Emilia bersama Pabuadi mendatangi rumah korban dan meminta kejelasan tentang interior tersebut. 

Mendapat jawabam tidak memuaskan, kemudian keduanya memarahi korban dengan memukul pipi sebelah kanan dan kepala korban menggunakan senpi. 

Sehingga pipi mengalami memar dan kepala  korban mengalami luka sobek dengan empat jahitan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00