Peredaran Uang Palsu Jaringan Pulau Jawa Terungkap

Konpers pengungkapan uang palsu di Bareskrim Polri (Dok. RRI/IMMANUEL CHRISTIAN)

KBRN, Jakarta: Bareskrim Polri mengungkap kasus tindak pidana uang palsu dalam pecahan Rupiah dan Dollar Amerika. Kasus tersebut ada dalam jaringan di wilayah Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Kasus yang terdiri dari jaringan pengedar uang palsu, pembuat uang palsu, dan pengedar serta pembuat uang palsu tersebut, menghasilkan 20 orang sebagai tersangka dari lima kota. Pengungkapan ini berdasarkan empat laporan polisi, tiga jaringan, dan dua dapur pembuat uang palsu.

“Jadi kami berhasil menangkap haringan pengganda uang, dan berhasil mengungkap di mana uang palsu itu dibuat, yakni di Sukoharjo dan Demak,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri, Komisaris Besar Polisi Whisnu Hermawan, dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Kamis (23/9/2021).

Jaringan pengedar uang palsu dengan mata uang asing Dollar Amerika menghasilkan 16 orang tersangka. Jumlah barang bukti uang palsu Dollar Amerika yang disita pun mencapai 48 lak.

Sementara untuk pengungkapan di wilayah Sukoharjo, telah ditemukan pembuatan uang palsu Rupiah, dengan penangkapan dua tersangka berinisial MA dan H alias B. Penyidik kemudian menyita barang bukti uang palsu sebanyak 138 lak, komputer, mesin printer, sejumlah ponsel, hingga mobil.

“Rata-rata uang palsu dibuat masih menggunakan komputer dan printer, sehingga kalau dilihat kasat mata terlihat pudar dan tidak cerah,” tutur Hermawan.

Kemudian penyidik kembali mendapatkan informasi terkait peredaran uang palsu rupiah di Demak. Dua tersangka berinisial R dan I kemudian ditangkap.

“Di Demak kami berhasil mengamankan alat-alat untuk membuat uang palsu tersebut,” tandas Hermawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00