Dugaan Negara Pengirim Narkoba Rp91 Miliar

Ilustrasi narkoba. (Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Kasat Narkoba Polres Jakarta Pusat Kompol Indriwienny Panjiyoga menjelaskan modus jaringan narkoba jenis sabu setelah ditangkap di kawasan Cirebon, Jawa Barat.

Indriwienny mengatakan, barang bukti sabu yang diamankan dalam kemasan teh itu rencananya akan dijual di wilayah Jakarta. Sabu tersebut berasal dari Negara Myanmar.

"Jadi barang bukti, kalau kita lihat dari packaging-nya, ini teh. Dibungkus dalam teh ini kan biasanya untuk mengelabui ya," kata Indriewienny saat konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Jumat (3/12/2021).

"Indonesia bukan negara produksi, biasanya di Myanmar, dan Malaysia itu sebagai negara transit," lanjut dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka sudah beroperasi sekisar empat bulan.

Indriwiennya mengatakan, akan melakukan investigasi untuk mengungkap identitas bandar diduga berada di Malaysia.

"Kami akan mencoba berkoordinasi, sambil kami melakukan investigasi lebih dalam untuk mencari profil. Siapa orang yang berada di Malaysia tersebut," kata dia.

Dia juga mengatakan, pihaknya akan terus memburu bandar narkoba yang akan memasukkan narkoba ke wilayah Jakarta, khususnya Jakarta Pusat.

"Kami Polres Jakarta Pusat, khususnya Satgas Narkoba Polres Jakarta Pusat, tidak akan berhenti untuk memburu para bandar narkoba yang akan memasukkan narkoba ke wilayah Jakarta, khususnya Pusat. Kami ingatkan kepada seluruh bandar atau sindikat yang akan mencoba memasukkan barang haram tersebut ke wilayah Jakarta akan berhadapan dengan kami," kata Indriwienny.

Para tersangka dijerat hukuman pidana dengan ancaman hukuman seumur hidup.

"Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar