Kejaksaan Periksa Dua Saksi Pengadaan Pesawat Garuda

Pesawat Garuda Indonesia. (foto: ilustrasi/istimewa)

KBRN Jakarta: Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap 2 (dua) orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengadaan Pesawat Udara pada PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk. Tahun 2011-2021. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan, saksi-saksi yang diperiksa yaitu, JS selaku Vice President Marketing PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk., diperiksa terkait dengan pembuatan FS pada pengadaan ATR-72600.

Selanjutnya, HH selaku Direktur Keuangan PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk. Tahun 2012-2014, diperiksa terkait dana dari hasil IPO saham PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk. "kata  Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.CO.ID  Selasa (17/5/2022).

Kepala Pusat penerangan Hukum kejagung RI Ketut Sumedana. (foto: Humas Kejagung)

Dijelaskannya,  saksi saksi diperiksa atas nama Tersangka AW, Tersangka SA, dan Tersangka AB.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengadaan Pesawat Udara pada PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk. Tahun 2011-2021. "jelas Ketut, Selasa (17/5/2022).

Ia memperkirakan  kasus korupsi Garuda Indonesia merugikan negara Rp3.6 Triliun.

"Kerugian negara sementara akibat perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dan penyewaan pesawat PT Garuda Indonesia (GIAA) mencapai Rp3,6 triliun. "  pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar